Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Selama Pendafaran CPNS, Pembuatan KTP dan KK di Disdukcapil Bangka Tengah Meningkat 

Dalam satu hari saat ini pihaknya bisa menerima kurang lebih 150 pengaduan layanan konsolidasi data NIK ataupun nomor KK.

Penulis: Sela Agustika | Editor: khamelia
bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bangka Tengah, Julhasnan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil),  Bangka Tengah Julhasnan menyebutkan selama pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berlangsung memang terjadi peningkatan pelayanan, khususnya dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ataupun Kartu Keluarga (KK) yang bermasalah terkait NIK yang sudah tidak valid atau yang tidak terbaca.

Bahkan ia mengungkapkan, dalam satu hari saat ini pihaknya bisa menerima kurang lebih 150 pengaduan layanan konsolidasi data NIK ataupun nomor KK.

"Memang ada peningkatan pelayanan selama ada pendaftaran CPNS, tapi kita tidak tahu juga kepeluannya untuk CPNS atau bukan, namun saat ini telah dikonsolidasikan secara manual ke pusat untuk diupdate lagi, dan kita cek permasalahnya apa, apakah NIK nya ganda atau bisa jadi kepala keluarga belum rekam, karena apabila kepala keluarga belum terekam maka semuanya otomatis belum aktif juga," kata Julhasnan kepada Bangkapos.com Kamis, (22/7/2021).

Ia menuturkan, di tengah pandemi saat ini dalam pengaduan pelayanan pihaknya melakukan secara online yang bisa diakses langsung melalui aplikasi Sistem Online dalam mengurus administrasi kependudukan (Sipelanduk) ataupun melalui via Whatsaap dam website.

"Jadi semua pelayanan ini kita lakukan secara online dan masyarakat bisa langsung melakukan pengaduan, di mana sudah ada tim khusus kita yang mengolah data-data itu, yang mana data ini bisa langsung kita update lagi. Untuk di kantor sendiri hanya masyarakat yang datang untuk mengambil berkas yang telah jadi serta menyerahkan hardcopy yang menjadi persyaratan," ujarnya.

Tak hanya permasalahan NIK tidak terbaca saja,   legalisir Akte, KTP, dan KK juga ramai diminta masyarakat.

"Kalau yang legalisir akte, KTP, dan KK tergantung lembaganya kan ada yang membutuhkan dan ada yang tidak, jalau sehari itu bisa 50an berkaslah masih bisa kita layani dengan baik," tuturnya.

Selain pelayanan KTP dan KK, pihaknya juga melayani beberapa berkas lainnya di antaranya Akta kelahiran, Akta kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), pengakuan anak, berita kehilangan dan lainnya.

Kata julhasnan, dalam pengambilan berkas atau pelayanan secara langsung pihaknya tetap mengutamakan protokol kesehatan dengan mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Protokol kesehatan memang kita terapkan di tengah pandemi ini, khususnya meeajibkan masyarakat yang datang menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ujarnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved