Breaking News:

Berita Belitung

Warga Jakarta dan Banten 4 Hari Terombang-ambing di Laut, Pasrah Dikelilingi Hiu, Untungnya Begini

Zainal dan Dandi sempat berada di titik nadir hidup mereka dan pasrah. Nasib baik datang saat kapal nelayan Belitung melintas.

Penulis: Dedy Qurniawan (CC) | Editor: Dedy Qurniawan
posbelitung.co/Dede Suhendar
Zainal (tengah) dan Dandi (kanan) dua nelayan yang nekat melompat ke laut berfoto bersama Indra pemilik kapal yang menolong mereka, Rabu (21/7/2021). 

P : Apakah sempat membawa bekal atau barang-barang lain saat melompat?

J : Ada bawa baju, handphone dan dompet cuman tenggelam saat ketiduran karena tidak diikat cuman dipegang. Bekal ada bawa nasi sama minum di botol sama peluit. Nasi itu baru sedikit dimakan, terus basah jadi dibuang, kalau air minum cuman bertahan satu malam, besok pagi habis.

Zainal (kanan), Dandi (kiri) ketika berada di pelabuhan nelayan Baro, Tanjungpandan, Belitung, Senin (19/7/2021)
Zainal (kanan), Dandi (kiri) ketika berada di pelabuhan nelayan Baro, Tanjungpandan, Belitung, Senin (19/7/2021) (Pos Belitung/Disa Aryandi)

P : Jadi bagaimana cara kalian bertahan selama tiga hari empat malam di laut?

J : Ketika bekal sudah habis, cuman nadah air hujan. Kalau hujan itu dihadang pakai baju lalu diperas ke botol, walaupun ada bau keringat tidak apa-apa.

P : Apa yang terjadi selama terombang-ambing di laut?

J : Belum sehari di laut kami hampir ditabrak ikan marlin yang lompat, cuman dia lompat di samping. Hari dua itu sempat ada ikan hiu di bawah kami mutar-mutar. Kalau dari bayangannya ada tiga ekor tapi alhamdulillah tidak apa-apa.
Kaki juga sempat keram karena dingin terendam air terus. Jadi sesekali kaki naik ke pundak teman, biar kering dulu baru diturunin lagi, gantian lah.
Kami juga sempat kena badai dua kali, pertama hari kedua dan hari terakhir sebelum ditolong.

P : Apakah kalian sempat pasrah berhari-hari di laut?

J : Ketika hari terakhir itu sempat pasrah, karena sempat berenang ngejar lampu kapal tapi tidak pernah sampai. Jadi pasrah lah, kalau tidak ada yang menolong.

P : Bagaimana bisa bertemu dengan nelayan Belitung?

J : Awalnya saya ada kedengaran suara mesin kapal, bilang ke Dandi cuman dia tidak dengar karena gelombang laut kena kuping terus. Kami deketin, sempat keliatan sedikit cuman karena gelombang hilang dan suaranya juga agak hilang. Kami pasrah mungkin halusinasi mau mati, jadi sudah lah tidur lagi.
Terus Dandi bangunin, katanya ada kapal dan awalnya kapal ini sudah lewat. Jadi saya teriak minta tolong, si Dandi niup peluit yang dibawanya. Alhamdulillah mereka dengar dan kami ditolong.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved