Breaking News:

Berita Belitung

Warga Jakarta dan Banten 4 Hari Terombang-ambing di Laut, Pasrah Dikelilingi Hiu, Untungnya Begini

Zainal dan Dandi sempat berada di titik nadir hidup mereka dan pasrah. Nasib baik datang saat kapal nelayan Belitung melintas.

Penulis: Dedy Qurniawan (CC) | Editor: Dedy Qurniawan
posbelitung.co/Dede Suhendar
Zainal (tengah) dan Dandi (kanan) dua nelayan yang nekat melompat ke laut berfoto bersama Indra pemilik kapal yang menolong mereka, Rabu (21/7/2021). 

P : Bagaimana rasanya saat pertama kali ditolong nelayan?

J : Rasanya lega sekali karena awalnya sudah pasrah bakal mati. Memang mereka yang di kapal, Pak Indra sama ABKnya baik sama kami. Sempat lima hari di kapal mereka sebelum sampai di Belitung. Jadi saya dan Dandi sempat bantu-bantu mancing walaupun sebenarnya disuruh istirihat sama kapten Indra.

P : Bagaimana kabar keluarga, apakah tahu kalian melompat ke laut?

J : Keluarga sudah khawatir semua dan tim Basarnas katanya sudah turun mencari kami. Setelah saya telpon dan beri kabar, pencarian dihentikan. Awalnya keluarga mau dikasih santunan sama perusahaan karena dikira kami tidak selamat.
Bahkan keluarga Dandi sudah sempat baca yasin satu kali.

P : Jadi apa langkah selanjutnya?

J : Rencananya sih mau pulang dulu tapi belum tahu gimana karena pesawat tidak melayani penumpang. Jadi masih berusaha minta tolong sama orang sini. Sementara juga tidur numpang di kapal kapten Indra.

Baca juga: Basarnas Bangka Belitung Ingatkan Nelayan, Melaut Gunakan Life Jacket, Kondisi Cuaca Cepat Berubah

Sempat Dikira Bercanda

 

Pemilik kapal KM Armada asal Belitung, Indra alias Iin sempat terkejut mendengar pembicaraan ABKnya yang melihat dua orang mengapung di laut pada Selasa (13/7) sekitar pukul 07.30 WIB.

Dua orang tersebut Zainal (26) dan Dandi Wahyudi (24) ABK KM Fajar Sinar Jaya yang nekat melompat dari kapal.

Pagi itu, Iin yang sedang pergi memasang bubu di laut sedang beristirahat karena cuaca sedang hujan lebat.

"Pertama kali nemukan itu tanggal 13 Juli pukul 07.30 WIB, waktu itu cuaca hujan deras dan angin ribut. Awalnya itu ABK yang lihat, aku pikir awalnya bercanda ternyata benar," ujar Iin saat ditemui di Satpolair Polres Belitung, Senin (19/7).

Ia menuturkan saat ditemukan keduanya terikat di dua pelampung dengan kondisi kulit tangan pucat mulai mengelupas.

Menurutnya, lokasi penemuan sekitar Gusong Sekopri wilayah perairan Belitung Timur yang berjarak 50 mil laut.

Setelah naik di kapal, Iin memberikan keduanya minum susu panas untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan.

"Kami beri susu panas, karena kalau pernah lama di air laut tidak boleh langsung diberi makan. Awalnya mereka mau bantu di kapal tapi tidak aku suruh, dua hari terakhir mereka sempat bantu," kata Iin

Zainal (tengah) dan Dandi (kanan) dua nelayan yang nekat melompat ke laut berfoto bersama Indra pemilik kapal yang menolong mereka, Rabu (21/7/2021).
Zainal (tengah) dan Dandi (kanan) dua nelayan yang nekat melompat ke laut berfoto bersama Indra pemilik kapal yang menolong mereka, Rabu (21/7/2021). ((Pos Belitung/Disa Aryandi))

Ia berharap keduanya dapat segera bertemu keluarganya pasca kejadian tersebut.

Selain itu, Iin menyarankan kepada nelayan agar lebih waspada ketika ingin bekerja di kapal terutama yang menempuh jarak jauh.

Sementara itu,  Kasat Polair Polres Belitung AKP M Syarifudin Ginting mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (DPPAS) Kabupaten Belitung terkait nasib kedua nelayan tersebut.

"Kami laporkan dulu ke pimpinan dan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Tapi untuk sementara kami inapkan dulu di sini sembari menghubungi pihak keluarga mereka," ujar Ginting.

Baca juga: Serupa di Film, Pria Ini Terombang Ambing di Laut 4 Hari 3 Malam Berjuang Hidup dan Kemudian Selamat

Menurutnya, berdasarkan keterangan kedua nelayan tersebut, tidak terdapat unsur pidana. Keduanya nekat melompat dari kapal pada Sabtu (10/7) dikarenakan sering disalahkan saat bekerja di KM Fajar Sinar Jaya.

Beruntung mereka ditemukan nelayan Belitung di perairan Belitung Timur setelah empat hari terombang-ambing di laut dan sempat membantu di perahu tersebut sebelum dibawa menuju Tanjungpandan pada Senin (19/7).

"Sebenarnya kejadian ini bukan wilayah hukum kami tapi memang nelayan kita niatnya untuk menolong jadi dibawa ke sini. Intinya mereka selamat dan sehat," kata Ginting.

(posbelitung.co /dede s)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved