Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Waspada Orang yang Memiliki Penyakit Bawaan atau Komorbid Jangan Sampai Kena Covid-19

Penyakit bawaan atau komorbid menjadi penyebab banyaknya pasien terkonfirmasi Covid-19 meninggal di Bangka Belitung.

Editor: fitriadi
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pelajar SMA N 1 Semarang menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama dari tenaga kesehatan Pemerintah Kota Semarang, Rabu (14/7/2021). Selain pelajar SMA N 1 Semarang, vaksinasi juga dilaksanakan di SMP N 3 Semarang, SMP N 2 Semarang, SMP N 15 Semarang, dan SMP N 32 Semarang. Untuk pelaksanaan vaksinasi pelajar SMP semua di pusatkan di SMP N 3 Semarang. BIN Jawa Tengah memberikan bantuan 3000 vaksin untuk pelajar. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Orang yang memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid diminta waspada jangan sampai terpapar Covid-19.

Sebab, jika kena Covid-19, orang yang memiliki penyakit bawaan menjadi kelompok rentan meninggal dunia.

Faktanya, penyakit bawaan menjadi penyebab banyaknya pasien terkonfirmasi Covid-19 meninggal di Babel.

"Kematian pasien Covid dikarenakan penyakit bawaan rata-rata penyakit bawaan, yang membuat kematian. Seperti penyakit bawaan diabetes, jantung, asma, ginjal, yang banyaknya sakit diabetes dan kencing manis," ungkap Sekretaris, Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Senin (31/5/2021).

Komorbid diabetes melitus menjadi penyebab terbanyak kematian pasien Covid-19 di Kota Pangkalpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Diabetes Melitus jadi penyebab terbanyak kematian covid-19 yakni sebanyak 36 kasus dari total 104 kasus konfirmasi meninggal dunia hingga hari Rabu (21/7/2021).

Lalu terbanyak kedua komorbid hipertensi sebanyak 25 kasus, ketiga komorbid jantung 20 kasus, kemudian ginjal 13 kasus, leukimia satu orang dan hidrosepalus satu orang.

Tak hanya itu, masih berdasarkan data yang sama rentang usia kasus meninggal pada usia 50 tahun ke atas, hanya ada dua kasus meninggal pada anak-anak.

Adapun rincian usia kasus konfirmasi meninggal dunia, 10-20 tahun dua orang, 21-30 tahun satu orang, 31-40 tahun sembilan orang, 41-50 tahun 16 orang, 51-60 tahun 25 orang, 61-70 tahun 32 orang, 71-80 tahun 14 orang, 81-90 tahun lima orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim menyebut, hingga Rabu (21/7) sudah 104 kasus konfirmasi meninggal dunia di Kota Pangkalpinang.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved