Breaking News:

WASPADA Penderita Corona OTG yang Isolasi Mandiri, Bisa Jadi Pneumonia Paru-paru Berujung Kematian

Hal itulah yang diduga menyebabkan banyak penderita yang isolasi mandiri, akhirnya meninggal dunia.

Editor: Alza Munzi
Tribunnews/Herudin
Pekerja memeriksa paket obat dan vitamin untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman), di gerai ekspedisi SiCepat, di Jakarta, Senin (19/7/2021). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kimia Farma dan SiCepat mendistribusikan 300 ribu paket obat gratis berupa multivitamin, Azithtromycin, dan Oseltamivir bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri. 

BANGKAPOS.COM - Penderita Corona tanpa gejala jangan anggap enteng kondisinya.

Pasalnya, meski terlihat baik-baik saja, bisa saja paru-paru mengalami pneumonia.

Hal itulah yang diduga menyebabkan banyak penderita yang isolasi mandiri, akhirnya meninggal dunia.

Keadaan itu diungkapkan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban.

Menurutnya, terjadi pemburukan karena warga isolasi mandiri merasa sehat padahal paru-parunya bermasalah.

Sementara, ada juga yang tak tertangani dengan baik karena rumah sakit sedang dalam keadaan penuh.

Ini menjadi salah satu sebab di balik fenomena pemburukan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Pemburukan terjadi dalam waktu singkat yang berujung kematian.

"Ternyata cukup lumayan (banyak) orang yang OTG atau gejala ringan itu kalau dirontgen ditemukan ada pneumonia.

Harusnya OTG dan gejala ringan yang rontgennya ada pneumonia itu dirawat inap," jelas Zubairi kepada Kompas.com.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved