Breaking News:

Berita Sungailiat

Dindikepora Bangka Sudah Setop Sekolah Tatap Muka Sebelum Ada Surat dari IDI

Dindikepora Kabupaten Bangka telah menutup sementara sejumlah sekolah tatap muka sebelum menerima Surat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: El Tjandring
(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka menyebutkan telah menutup sementara sejumlah sekolah sebelum menerima Surat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, diketahui bahwa Ikatan Dokter Indonesia kabupaten Bangka menyurati Bupati Bangka agar pembelajaran tatap muka tahun 2021/2022 ditunda untuk sementara waktu.

Diketahui sebelumnya, pembelajaran tatap muka di kabupaten Bangka telah berlangsung dari tanggal 12 Juli 2021.

Beberapa hari kemudian, IDI Cabang kabupaten Bangka menyurati Bupati Bangka agar pemerintah kabupaten Bangka menutup pembelajaran tatap muka sementara itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali mengatakan bahwa pihaknya sudah duluan menutup sejumlah sekolah untuk sementara waktu bahkan sebelum menerima surat dari IDI cabang kabupaten Bangka.

"Walaupun secara keseluruhan zonanya merah, tapi kami pilah-pilah mana sekolah yang harus ditutup, mana yang masih lanjut pembelajaran tatap muka," kata Rozali kepada Bangkapos.com, Jumat (23/7/2021).

Rozali mengatakan bahwa di kecamatan Belinyu dan Riausilip hampir semua sekolah telah disetop dan ditutup sementara.

"Belinyu dan Riausilip hampir semuanya disetop, di Sungailiat juga ada beberapa yang ditutup sementara," jelas Rozali.

Penutupan tersebut dilakukan mengingat ada beberapa sekolah yang murid ataupun gurunya terkonfirmasi Covid-19.

Rozali menuturkan meskipun suatu kecamatan masuk kategori zona merah, tidak serta merta semua sekolah di kecamatan tersebut langsung ditutup.

"Kan dalam satu kecamatan sekolahnya banyak dan jaraknya juga berjauh-jauhan," ujarnya.

Lebih lanjut, Rozali mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menutup seluruh sekolah yang ada di kabupaten Bangka, mengingat antusias siswa dan wali murid untuk sekolah tatap muka sangatlah tinggi.

"Kasihan juga kalau sekolahnya ditutup, apalagi mereka yang jarak sekolahnya jauh dari daerah-daerah yang banyak kasus postifnya," imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahandra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved