Breaking News:

Berita Bangka Barat

Dua Tersangka Pemalsuan Surat Test Antigen Dipastikan CPNS Bangka Barat

Dua tersangka tindak pidana pemalsuan surat tes antigen, HP (33) dan RJ (36) dipastikan berstatus sebagai CPNS Bangka Barat.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
bangkapos.com
Kedua tersangka HP dan RJ saat ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Bangka Barat akibat dugaan pemalsuan surat test antigen. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua tersangka tindak pidana pemalsuan surat tes antigen, HP (33) dan RJ (36) dipastikan berstatus sebagai CPNS Bangka Barat.

Hal ini dipastikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Barat, Antoni Pasaribu saat dikonfirmasi, Jumat (23/07/2021).

"Iya benar CPNS kita, untuk status masih diperiksa oleh kepolisian. Sebenarnya kami masih akan koordinasi lagi, terkait masalah dengan OPD terkait untuk tindak lanjutnya," ujar Antoni Pasaribu.

Walaupun sudah memastikan dua tersangka merupakan CPNS Bangka Barat, Antoni Pasaribu mengungkapkan masih belum mengetahui asal dinas keduanya.

"Kepolisian sudah membuat surat ke orang tua masing-masing tersangka, jadi kalau BKPSDMD belum ada karena katanya mereka ke orang tua. Karena surat dari kepolisian tidak ada, kita tanya ke tim gugus Covid-19 lah nanti dari dinas mana, " tuturnya.

Selain itu untuk sanksi hingga saat ini pihaknya masih belum menentukan, langkah atau sanksi terhadap kedua tersangka.

"Untuk sanksi belum kita rapatkan, kalaupun nanti kita tidak bisa berandai-andai diberhentikan atau segala macem gak berani kita. Nanti kita konsultasi juga, tentang tindak lanjut ini dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara)," jelasnya.

Sebelumnya diketahui kejadian bermula dari diamankannya HP pada Rabu (07/07/2021), setelah HP hendak berangkat dari Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Pelabuhan Tanjung Api-api.

Diketahui HP menggunakan surat rapid test antigen palsu, dengan mencatut nama dokter dari RSUD Sejiran Setason.

Aksi HP diketahui petugas yang sempat curiga terhadap surat yang diduga antigen palsu, lantaran isi Kop surat yang dikeluarkan dari RSUD Sejiran Setason tidak berwarna.

Berdasarkan keterangan Polres Bangka Barat, kedua tersangka diketahui memiliki peran berbeda-beda dalam membuat surat test antigen yang diduga palsu tersebut.

Untuk HP diketahui berperan untuk membuat atau mengetik surat dan menggunakannya, sedangkan RJ berperan menandatangani surat dan membuat stempel atas nama RSUD Sejiran Setason.

Akibat perbuatan kedua tersangka, Polres Bangka Barat pun mengenakan pasal 263 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved