Breaking News:

Berita Sungailiat

Ismail Yuhaidir Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Puding Besar di DPRD Bangka

Meski belum genap dua bulan menjadi PAW di DPRD Bangka, Ismail mengatakan dirinya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Penulis: Magang2 | Editor: El Tjandring
(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)
Reses Perdana Ismail Yuhaidir, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Di Puding Besar, Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bangka Dapil Pemali, Bakam dan Puding Besar, Ismail Yuhaidir menggelar reses perdana untuk menampung aspirasi masyarakat.

Hari ini, Jumat (23/7/2021) Ismail Yuhaidir melaksanakan reses perdananya di Puding Besar kabupaten Bangka.

Diketahui sebelumnya, Ismail belum lama ini dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Bangka Fraksi PDI Perjuangan.

Meski belum genap dua bulan menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) di DPRD Bangka, Ismail mengatakan bahwa dirinya akan berusaha semaksimal mungkin dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Bertepatan di rumah salah seorang warga, Ismail bersama dengan Penanggungjawab Kades Puding Marda Ansori, Ketua BPD Puding Besar Roni, Ketua Yayasan Masjid Nurul Huda dan beberapa tokoh masyarakat, duduk bersama, berdiskusi  dan menampung aspirasi masyarakat.

"Sampaikan apa saja aspirasi dan permasalahan yang ada disini, biar saya tampung dan perjuangkan di DPRD Bangka," kata Ismail.

Penanggungjawab Kades Puding, Marda Ansori meminta agar desa Puding memiliki pasar sendiri, kawasan terpadu, normalisasi dan irigasi sawah, pengaspalan beberapa ruas jalan, pembagunan TPS 3R, pembangunan rumah kompos, bank sampah, dan penyelesaian sengketa Tampal Batas (Perbatasan Antar Desa).

"Kami mohon kepada Bapak Islmail agar permasalahan tersebut dapat dibawa ke DPRD Bangka, dan dicairkan solusinya," kata Marda.

Sementara itu, Kepala BPD Puding Besar menambahkan bahwa kendala terkait pembangunan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah juga sangat penting untuk diperhatikan.

"Banyak sekolah yang butuh bantuan dana untuk membangun fasilitas seperti pagar dan lain-lain," ujarnya.

Selama lebih dari satu jam kegiatan reses tersebut berlangsung, dimana sebagian besar permasalahan yang dibahas adalah perihal Tampal Batas (Perbatasan Antar Desa).

Ismail mengungkap, perihal sengketa tampal batas tidak perlu melibatkan Bupati Bangka dan bisa diselesaikan di tingkat kecamatan saja oleh camat setempat.

"Permasalahan tampal batas antar desa cukup diselasaikan sampai camat saja, tidak perlu sampai tingkat kabupaten untuk menyelesaikan permasalahan tampal batas desa ini, saya atas nama pribadi siap membantu permasalahan ini secara adil dan merata sesuai dengan UUD yang berlaku," tegas Ismail.

Meski begitu, dirinya akan terus memberikan solusi dan menyampaikan aspirasi masyarakat sehingga bisa ditemukan jalan keluarnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved