Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Me Hoa Sorot Pulau Ketawai, 6 Tahun Disewakan Belum Ada Pengembangan Pariwisata dan Dampak Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sebelumnya diketahui telah melakukan perjanjian sewa tanah di Pulau Ketawai dengan PT Ketawai Indah Resort.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Ketua DPRD Kabupaten Bateng, Me Hoa 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sebelumnya diketahui telah melakukan perjanjian sewa tanah di Pulau Ketawai dengan PT Ketawai Indah Resort.

Berdasarkan data yang dihimpun Bangkapos.com perjanjian sewa tanah di Pulau Ketawai ini diketahui dengan jangka waktu sewa selama 30 tahun, yakni terhitung dari tahun 2015.

Sesuai dengan perjanjian kerjasama nomor 593.1/1566/DPPKAD/2015 dan Nomor 001/PS.VI/SO-BGK/2015 dengan tujuan untuk kegiatan pengembangan pembangunan pariwisata.

Diketahui besaran biaya sewa yang disepakati antara Pemkab Bangka Tengah dengan PT. Ketawai Indah Resort, yakni sebesar kurang lebih Rp 1,9 miliar.

Namun seiring berjalannya waktu, kurang lebih sudah enam tahun perjanjian sewa dilakukan, belum terlihat adanya pengembangan pariwisata ataupun dampak ekonomi di pulau Ketawai yang berlokasi di Desa Kurau tersebut.

Ketua DPRP Bangka Tengah Me Hoa turut menyayangkan sejak enam tahun perjanjian sewa disahkan belum adanya geliat pembangunan fasilitas ataupun geliat peningkatan perekonomian.

"Kami mendengar laporan perjanjian ini sudah di zaman kepala daerah sebelumnya, namun sudah enam tahun berjalan sejak perjanjian itu tidak ada yang pengembangan dengan Pulau Ketawai ini dan sangat disayangkan sekali," ungkap Me Hoa kepada Bangkapos.com, Jumat (23/7/2021).

Ia menilai, adanya perjanjian kerja sama ini seharusnya dapat memberikan dampak baik, khususnya dalam meningkatkan geliat ekonomi masyatakat.

"Awalnya memang ada harapan dan semangat akan memajukan ekonomi melalui potensi wisata ini, karena posisi keuangan PAD kita sampai sekarang hanya 10 persen dan tidak cukup untuk melakukan pembangunan ini. Jadi persoalan ini perlu dievaluasi oleh pihak Pemkab Bangka Tengah," kata Me Hoa.

Lanjutnya, Ia meminta Pemerintah Daerah agar dapat lebih tegas dan mengevalusi perjanjian ini dengan pihak Penyewa.

"Representasi dari 25 anggota kami ( DPRD Bangka Tengah -red) sepakat minta pemerintah daerah, dalam hal ini bupati mengevaluasi dan merevisi pemanfaatan pulau Ketawai ini sesuai komitmen dan rencana di awal janji sewa.”

“Dan kita berharap masayarakat penyewa ini berbesar hati dan bisa bertangung jawab atas hal ini sesuai komitmen perjanjian diawal, karena semua mayarakat dan wisatawan juga menunggu adanya fasilitas yang dibangun," tutur Me Hoa.

Hingga Berita ini diturunkan, Bangkapos.com sedang berupaya mengkonfirasi pemkab Bangka Tengah  yang menyewakan lahan di Pulau Ketawai dan PT Ketawai Indah Resort sebagai pihak penyewa.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved