Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Batasi Penggunaan Gas LPG 3 Kg untuk ASN, TNI dan Polri

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah (Bateng) kembali mengelar rapat pembahasan lanjutan pendataan konsumen penggunaan gas elpiji (LPG) Tabung

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Wakil Bupati Bangka Tengah bersama Camat saat mengelar rapat lanjutan pendataan Konsumen Penggunaan LPG Tabung 3 Kg dan Penunjukan User Maker Program Brizzi LPG Card tingkat Kelurahan/Desa di wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (23/7/2021) di Ruang Rapat Wakil Bupati Bangka Tengah. (Bangkapos.com/Sela Agustika) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah (Bateng) kembali mengelar rapat pembahasan lanjutan pendataan konsumen penggunaan gas elpiji (LPG) Tabung 3 Kg dan penunjukan user maker Program Brizzi LPG Card tingkat Kelurahan/Desa di Wilayah Kabupaten Bangka Tengah. Rapat digelar, Jumat (23/7/2021) di Ruang Rapat Wakil Bupati Bangka Tengah.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Bangka Tengah, Herry Erfian mengatakan, pihaknya masih belum menerima regulasi jelas terkait acuan khusus yang berhak menggunakan LPG tabung 3 Kg.

Namun saat ini kata Erfian, pihaknya akan membatasi konsumen Penggunaan LPG Tabung 3 Kg, khususnya bagi TNI, Polri, dan aparatur sipil negara (ASN).

"Hari ini kami mengundang kembali para camat, asisten dan staf ahli untuk menentukan terkait pendataan konsumen LPG 3 kg ini. Siapa yang berhak dan tidak terkait program Brizzi LPG Card ini. Dan sejauh ini tidak ada acuan pasti siapa yang berhak dan tidak berhak. Jadi untuk sekarang ini kami akan membuatkan batasan seperti TNI, Polri dan ASN yang tidak berhak menggunakan tabung gas 3 kg ini," kata Erfian usai rapat pembahasan pendataan pengunaan gas Elpigi, Jumat (23/7/2021).

Menurut Erfian, saat ini pihaknya telah  meminta kepada para camat untuk  segera memvalidasi data  pengguna LPG tabung 3 kg di wilayahnya.

"Kami pihak pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait program penerima penggunaan gas elpigi 3 kg, namun untuk kendala ini memang  acuan data masih mengantung, dan nanti akan ada surat edaran siapa yang berhak dan tidak. Terus kendala lain ada data maystakat yang NIK nya tidak sesuai dengan kartu keluarga (KK) sehingga membuat data ini menjadi lama untuk di proses," ujar Erfian.

Sementara itu, berdasarkan kuota yang diterima di Bangka Belitung (Babel) ketersedian LPG tabung gas 3 kg sudah tercukupi untuk masyarakat, hanya saja pemanfaatnya tidak tepat sasaran sehingga menyebabkan kelangkaan dan antrean pembeli gas LPG 3 kg.

"Setau kami kuota yang diterima untuk LPG gas 3 kg di Bangka Belitung ini sudah mencukupi, hanya saja pemanfaatannya tidak tepat sasaran, di mana ada masyarakat ekonomi menengah ke atas juga memakai gas ini. Untuk itu program yang di buat oleh Gubernur ini berharap agar distribusi gas LPG 3 kg ini tepat sasaran, tepat harga dan memudahkan masyarakat ekonomi dibawah mendapatkan gas ini," kata Erfian.

Ia berharap seiring adanya Program Brizzi LPG Card saat ini tidak menjadi konflik di masyarakat. "Nanti kita akan road show (keliling -red) ke desa-desa untuk sosialisai terkait penerima pengunaan LPG 3 Kg ini agar masyarakat paham dan tau. Kita juga berharap dalam verifikasi data ini nantinya jangan sampai ada  yang double," ujarnya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved