Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Soal Sewa Pulau Ketawai, Pemkab Bangka Tengah Telah Bentuk Tim Evaluasi

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Bangka Tengah telah membentuk tim evaluasi terkait perjanjian sewa lahan Pulau Ketawai

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
(bangkapos.com/Sela Agustika)
Kepala Dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olahraga (Disbudparpora) Bangka Tengah Zainal sekaligus Ketua Tim Evaluasi. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Bangka Tengah telah membentuk tim evaluasi terkait perjanjian sewa lahan di Pulau Ketawai

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sebelumnya diketahui telah melakukan perjanjian sewa tanah di Pulau Ketawai dengan PT Ketawai Indah Resort.

Berdasarkan data yang dihimpun bangkapos.com perjanjian sewa tanah di Pulau Ketawai ini diketahui dengan jangka waktu sewa selama 30 tahun, yakni terhitung dari tahun 2015 dengan besaran biaya sewa yang disepakati, yakni sebesar kurang lebih Rp 1,9 miliar. 

Namun seiring berjalannya waktu, kurang lebih sudah enam tahun berjalan perjanjian sewa dilakukan, belum telihat adanya pengembangan pembangunan pariwisata.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala  Disbudparpora Bangka Tengah Zainal sekaligus Ketua Tim Evaluasi perjanjian sewa tanah berdasarkan SK Bupati Nomor : 188.45/193/SETDA.PMB/2021 tanggal 1 April 2021.

"Jadi kita sudah bentuk tim evaluasi terkait hal ini, di sini ada penasehat langsung yakni bapak Bupati dan Wakil Bupati, bagian pengarahan sekda, koordinator seluruh asisten dan disini (Disbudparpora) saya selaku ketua tim evaluasi," kata Zainal kepada Bangkapos.com, Jumat (23/7/2021).

Menindaklanjunti hal ini, kata Zainal, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya konfirmasi ke pihak PT Ketawai Indah Resort dan sudah melakukan zoom meating.

"Langkah-langkah yang sudah kami lakukan ini, pertama melihat pulau ketawai langsung dan awalnya juga kami sudah berusaha menghubungi PT Ketawai Indah Resort dan mengundang mereka, namun tidak hadir dan kami menyelidiki dan mencari alamat yang ada di Kontak. Dan saat ini kami pun sudah melakukan zoom meeting terkait hal ini, namun karena kondisi pandemi saat ini mereka (PT Ketawai Indah Resort -red) minta break dan rencana Agustus ini akan dilakukan zoom meeting pagi," ujar Zainal.

Ia menuturkan, nantinya pihaknya pun akan menanyakan seperti apa kelanjutan status penyewaan Pulau Ketawai oleh PT Ketawai Indah Resort.

"Jadi kami akan menanyakan seperti apa kelanjutan, karena dalam kontrak ini lima tahun sekali jelas harus ada evaluasi, apa yang sudah di bangun, sementara saat ini belum ada yang di bangun. Untuk kelanjutamnya seperti apa, baik itu status dan lainnya nanti akan kita pertanyakan lagi," kata Zainal.

Ia mengungkapkan pihaknya juga akan meminta bantuan pengacara negara dan akan mentelaah lebih lanjut apa saja yang menjadi kelemahan.

"Tentunya nanti kita minta bantuan pengacara negara dan akan ditelaah seperti apa kelemahannya, karena kami tidak tahu seperti apa, apakah mereka melanggar peraturan atau tidak sehingga peru pendapat hukum, jika memang perlu direvisi maka MoU ini kita evaluasi dan revisi," tutur Zainal.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved