Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sosiolog Beberkan Kemungkinan Penyebab Terjadi Kekerasan Anak, Perhatikan Pola Asuh Anak

Anak-anak sangat rentan dan berpotensi menjadi korban kekerasan seksual dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
istimewa
Akademisi atau Dosen Sosiologi Unversitas Bangka Belitung, Luna Febriani.(Ist). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Akademisi atau Dosen Sosiologi Unversitas Bangka Belitung, Luna Febriani menilai dengan adanya kejadian kekerasan seksual anak di Kota Pangkalpinang, semakin menegaskan bahwa anak-anak sangat rentan dan berpotensi menjadi korban kekerasan seksual dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun.

"Di daerah perkotaan, kekerasan seksual memang kerap terjadi mengingat daerah perkotaan memiliki karakteristik masyarakat dan persoalan yang kompleks dibanding daerah pedesaan," ujar Luna saat dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (23/7/2021).

“Dimana masyarakat perkotaan acapkali identik dengan sifat yang individual, egois, matrealistis, solidaritas kelompok yang lemah dan cenderung agresif.”

Dia menyebutkan selain itu, problematika yang kerap muncul di daerah perkotaan adalah persoalan urbanisasi, kemiskinan, industrialisasi, kriminalitas, kenakalan, kekerasan seksual dan lain sebagainya.

Kondisi sosial ini menjadi salah satu pemantik yang dapat memunculkan kekerasan seksual.

"Namun, selain persoalan karakteristik masyarakat kota dan problema yang ada di daerah perkotaan, kekerasan seksual terhadap anak-anak juga disebabkan oleh faktor-faktor lainnya.

Persoalan lainnya tersebut tidak dapat dilepaskan dari faktor internal dan juga faktor eksternal baik dari pelaku maupun dari korban," jelasnya

Menurutnya, faktor internal biasanya berkaitan dengan motivasi dan kepribadian dari pelaku kejahatan seksual itu sendiri, sedangkan faktor eksternalnya berkaitan dengan lingkungan sosial sekitar tempat tinggal, baik lingkungan pelaku maupun korban kekerasan seksual.

Dalam faktor eksternal ini, ada beberapa hal berpengaruh penting dalam kekerasan seksual, diantaranya kemajuan teknologi, pola pengasuhan anak dan kontrol sosial dalam masyarakat.

"Tidak dapat dipungkiri, di era kemajuan teknologi dan informasi saat ini menyebabkan individu dapat mengakses segala informasi dan pemberitaan tentang apapun, kapanpun dan dimanapun, termasuk informasi yang cenderung negative seperti situs pornografi dapat diakses," katanya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved