Breaking News:

Tim Pengabdian Dosen Sosiologi FISIP UBB Gelar Penyuluhan di Desa Nelayan II Sungailiat

Narasumber lainnya Dosen Sosiologi UBB Luna Febriani MA yang juga mewakili pusat studi perempuan UBB.

Editor: Alza Munzi
IST/Humas UBB
Kegiatan sosialisasi FISIP UBB di Desa Nelayan II Sungailiat, Bangka, Kamis (22/7/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- UBB menggelar pengabdian dosen tingkat jurusan, yang dilaksanakan oleh perwakilan dosen jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan lmu Politik, tanggal 22 Juli 2021, 

Kegiatan tersebut bertemakan “Pemberdayaan Kelompok Wanita Nelayan (Perempuan Pesisir) Melalui Penguatan Pendidikan dan Ekonomi di Desa Nelayan II Sungailiat.

Acara dilakukan di SD Negeri 6 Desa Nelayan II Sungailiat.

Sebanyak 25 peserta berasal perempuan PKK Desa Nelayan II Sungailiat, kelompok majelis taklim, dan kelompok paguyuban SD Negeri 6 Desa Nelayan II Sungailiat.

Michael Jeffri Sinabutar MA selaku moderator dan turut mengundang narasumber yakni dosen Sosiologi UBB Putra Pratama Saputra MPS Sp sekaligus anggota ikatan pekerja sosial profesional Indonesia.

Narasumber lainnya Dosen Sosiologi UBB Luna Febriani MA yang juga mewakili pusat studi perempuan UBB.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi, untuk memberikan dampak kepada khususnya ibu-ibu Desa Nelayan II Sungailiat.

Serta sebagai upaya peningkatan melalui pendidikan dan ekonomi dalam penguatan ekonomi keluarga.

Putra mengarahkan pada penguatan secara ekonominya sedangkan Luna Febriani memberi materi penguatan secara pendidikan.

"Ada beberapa sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat banyak. Ikan di kampung ini dimanfaatkan dalam kebutuhan ekonomi," kata Putra.

Ditambahkan Luna Febriani, pendidikan saat ini menjadi penting di dalam penguatan-penguatan pemberdayaan bagi perempuan.

Menurutnya, jika dilihat dari kondisi-kondisi kita saat ini miris sekali melihat orang-orang memandang perempuan itu tidak butuh pendidikan.

"Ada hal lain dibawah kemiskinan selain ekonomi biasanya masyarakat pesisir itu terutama perempuannya, selain persoalan ekonomi tadi penting. Selain itu juga para perempuannya acap kali cenderung tidak peduli pendidikan," ujarnya.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved