Wajib Dipahami, Ini 5 Cara Tingkatkan Kualitas Udara di Rumah
Penting menjaga kualitas udara di dalam rumah agar tetap bersih dan sehat, terlebih masa pandemi demi mencegah terinfeksi virus corona.
BANGKAPOS.COM - Pandemi virus Covid-19 membuat semua orang kini menghabiskan sebagian besar mereka waktu di rumah. Mulai dari, bekerja, sekolah, berolahraga, hingga beribadah.
Sayangnya, kualitas udara di dalam ruangan umumnya lebih buruk dibanding udara di luar ruangan.
Hal ini karena polutan cenderung terperangkap di dalam ruangan dan didaur ulang melalui sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC), terutama selama musim dingin ketika jendela cenderung tertutup.
Karena itu, penting menjaga kualitas udara di dalam rumah agar tetap bersih dan sehat, terlebih masa pandemi demi mencegah terinfeksi virus corona.
Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah sepanjang tahun.
Melansir dari laman Hunker, Sabtu (24/7/2021), berikut ini lima cara meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan.
1. Jaga kebersihan rumah
Udara kotor di dalam ruangan tentu berisiko besar terhadap kesehatan, terlebih mereka yang memiliki masalah pernapasan.
Cara terbaik menghilangkan udara kotor dan alergen, seperti tungau debu dan bulu hewan peliharaan, adalah menjaga kebersihan rumah.
Semakin membiarkan kontaminan ini menumpuk di rumah, semakin memperburuk kualitas udara.
Mulailah menyeka permukaan rak, kerai, bilah kipas, bagian atas furnitur, bahkan sesekali menyeka dinding menggunakan kain mikrofiber untuk membersihkan debu.
Kain ini juga mudah dibersihkan setelah digunakan. Hindari menggunakan kemoceng karena hanya akan memindahkan debu ke udara serta semakin mengurangi kualitas udara bersih di rumah.
Selain itu, cuci seprai, gorden, tempat tidur hewan peliharaan, maupun pelapis bahan lainnya secara teratur yang dapat menahan debu atau polusi udara dalam ruangan.
Cuci bahan-bahan ini dalam air bersuhu 54 derajat Celsius untuk membunuh tungau debu.
2. Rapikan rumah
Anda tidak perlu menjalani hidup sebagai seorang minimalis. Namun, jika mencoba meningkatkan kualitas udara di rumah, ini dapat membantu menghilangkan kekacauan yang tidak perlu, terutama pada meja dan rak yang cenderung menjadi tempat debu menumpuk.
Tak hanya itu, rapikan juga kekacauan di dalam lemari. Ini dapat meningkatkan kualitas udara secara keseluruhan dengan mengurangi penumpukan debu.
3. Gunakan dehumidifier
Jika rumah memiliki masalah terkait dengan kelembapan, seperti jamur atau lumut, dehumidifier dapat mengatasinya.
Beli perangkat yang berukuran sesuai dengan kebutuhan dan letakkan di tempat yang paling mengalami kelembapan seperti ruang bawah tanah atau kamar mandi tanpa kipas angin atau jendela.
Untuk hasil terbaik, pertahankan kelembapan relatif pada tingkat antara 40 dan 50 persen, yang merupakan kisaran paling ramah bagi manusia, tetapi tidak bagi jamur, bakteri, juga virus.
4. Gunakan kipas angin saat memasak
Saat memasak, selalu gunakan kipas angin untuk membantu mengeluarkan asap sisa memasak dari dalam rumah. Cara ini juga bagus untuk mengusir bau yang biasa ditimbulkan sehabis memasak.
Jangan lupa mengganti filter kipas secara teratur karena dapat dengan cepat tersumbat oleh asap dan residu minyak.
5. Buka jendela
Saat musim atau cuaca dingin, kualitas udara di dalam ruangan lebih buruk dibanding musim atau cuaca panas. Untuk itu, penting meningkatkan pertukaran udara di dalam rumah.
Membuka jendela pada musim dingin dapat membiarkan udara segar masuk serta membuat rumah menjadi sedikit lebih dingin selama beberapa jam. (kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Cara Meningkatkan Kualitas Udara di Dalam Ruangan "
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tips-satukan-ruang-keluarga-dengan-ruang-makan-manfaatkan-area-outdoor.jpg)