Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dindik Bangka Belitung Tunda Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SMA/SMK

Kepala Dinas Pendidikan Babel, M Soleh, mengatakan kebijakan tersebut diambil berdasarkan arahan dari Gubernur Babel berkaitan pembelajaran tatap muka

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung M Soleh. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Dinas Pendidikan Bangka Belitung mengeluarkan surat edaran nomor 420/1060/I/Dindik, berkaitan penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMA/SMK di Babel.

Direncanakan sebelumnya pembelajaran tatap muka dilakukan, pada Senin (26/7/2021) besok, tetapi ditunda pelaksanaanya karena kasus Covid-19 di Babel makin tinggi dan berlakunya PPKM level IV di tiga kabupaten di Babel.

Baca juga: 5 Kebijakan PPKM IV Mulai Berlaku Besok, Gubernur Erzaldi: Jangan Arogan Tidak Mau Ikuti Aturan

Surat edaran tersebut disampaikan Dinas Pendidikan Babel pada 23 Juli 2021 lalu, ke kantor Cabang Dinas Pendidikan, UPTD Satuan Pendidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Babel, M Soleh, mengatakan kebijakan tersebut diambil berdasarkan arahan dari Gubernur Babel berkaitan pembelajaran tatap muka.

"Intinya ini keterkaitan dengan masalah Covid-19 yang terus meningkat. Jadi setelah mendapat arahan gubernur dilakukan penundaan PTM, karena kita mengutamakan kesehatan, keselamatan warga sekolah," jelas Soleh kepada Bangkapos.com, Minggu (25/7/2021).

Dia menambahkan, dengan adanya penundaan PTM, pihak sekolah diharapkan dapat melakukan pembelajaran dengan jarak jauh atau dengan sistem online terhadap siswanya.

"PTM ditunda sampai kapan, belum kita tentukan. Tetapi kita melihat kondisi kasus penanganan Covid-19 di Babel. Karena kita utamakan kesehatan dan keamanan orang banyak jangan sampai membuka sekolah terjadi klaster Covid-19 di sekolah," keluhnya.

Soleh mengatakan kasus penyebaran Covid-19, saat ini sedang tinggi-tingginya. Sehingga perlu dilakukan pembatasan dan penundaan terhadap aktivitas di sekolah.

"Yang divaksin guru-guru juga belum dilakukan 100 persen, untuk siswa juga belum dilakukan, kedepan perlu divaksin untuk siswa ini agar mereka lebih aman dalam melakukan pembelajaran nantinya," kata Soleh (Bangkapos/Riki Pratama)
 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved