Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kabupaten Bangka Barat Berlakukan PPKM Level 4, Aktivitas Pasar, Cafe dan Sekolah Diatur

Putra Kusuma mengatakan PPKM level 4 ini merupakan kondisi Extraordinary, serta memerlukan penanganan yang extra baik dari sisi kesehatan

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai bahkan mengalami peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, membuat kini Kabupaten Bangka Barat memberlakukan penerapan PPKM level 4.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Putra Kusuma usai melakukan rapat bersama OPD dam instansi terkait.

"Penerapan PPKM Level 4 ini satu-satunya kita di Pulau Bangka, dan dua kabupaten di pulau Belitung. Perhitungan ini sebenarnya ada di satgas pusat, jadi kita menerima apa yang ditetapkan. Kita prinsipnya sudah suap melakukan dan meneruskan instruksi Mendagri," ujar Putra Kusuma, saat dikonfirmasi Minggu (25/07/2021).

Dalam pemberlakuan PPKM Level 4 ada tiga aspek yang menjadi perhatian pihaknya yakni aspek non esensial, esensial dan kritikal.

"Untuk non esensial seluruhnya WFH, tetapi ada petunjuk dari peserta rapat. Terkait bagaimana pelayanan ke masyarakat ataupun pegawai yang ada di Bangka Barat, karena tidak mungkin seluruhnya WFH. Hal ini karena ada poin penting di dalam intansi yang harus tetap bekerja, untuk melakukan kegiatan dalam membangun Bangka Barat," jelasnya.

"Sektor esensial seperti Perbankan, lalu sektor kritikal seperti bidang kesehatan, puskesmas, BPBD dan lainnya tetap wajib melakukan kegiatan 100%, wajib 100% hadir pegawainya," tambahnya.

Lebih lanjut Putra Kusuma mengatakan PPKM level 4 ini merupakan kondisi Extraordinary, serta memerlukan penanganan yang extra baik dari sisi kesehatan dan sisi sosial lainnya.

Sementara itu untuk kegiatan masyarakat hingga aturan terkait jam operasional seperti warung dan pasar, Putra Kusuma mengungkapkan pihaknya akan melakukan rapat lebih lanjut untuk membahas hal tersebut.

"Mulai 26 Juli sudah mulai jalan, paling tidak kita akan mengeluarkan keputusan dari Bupati terhadap tiga sektor. Keputusan itu untuk kepegawaian ASN bekerja, lalu sosial seperti perkantoran, perbankan di luar institusi Pemda. Lalu mengatur kondisi perekonomian misal pasar, warung, cafe tempat hiburan, sekolah itu akan diatur setelah ini. Nanti akan dibahas terhadap tiga ini akan detail, dan memiliki kekuatan hukum yang tetap," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved