Breaking News:

Virus Corona

Media Singapura Ungkap Vaksin di Indonesia yang Lambat Meski Sudah Libatkan NU dan Muhammadiyah

Media Singapura Ungkap Vaksin di Indonesia yang Lambat Meski Sudah Libatkan NU dan Muhammadiyah

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy
VAKSINASI MASSAL - Tim medis saat memberikan vaksin kepada masyarakat dalam program vaksinasi massal di Koramil 432-02 Muntok, Jumat (16/7). 

BANGKAPOS.COM - Media Singapura menyoroti vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang melambat. Stok yang terbatas jadi penyebab lambatnya proses vaksinasi.

The Straits Times menerbitkan artikel berjudul "Indonesia's Covid-19 vaccination drive slows amid depleting supplies,".

Pada artikel itu, dijelaskan bahwa upaya vaksinasi Covid-19 di Indonesia melambat di tengah menipisnya persediaan.

Upaya percepatan vaksinasi di Indonesia telah mencapai kecepatan tinggi karena stok vaksin Covid-19 yang siap digunakan hampir habis digunakan, mencegahnya memenuhi target satu juta suntikan sehari dalam seminggu terakhir.

Meskipun negara tersebut menerima lebih banyak pasokan vaksin CoronaVac dalam pengiriman back-to-back baru-baru ini, ini adalah dosis tidak aktif yang membutuhkan 1 bulan untuk dikultur dan dimasukkan ke dalam botol sebelum dapat didistribusikan, seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada The Straits Times.

Vaksin yang tidak aktif terdiri dari partikel virus yang telah ditumbuhkan dalam kultur dan kemudian dibunuh untuk mengekang kapasitas produksi penyakit.

Berbeda dengan stok di Indonesia saat ini yang sebagian besar terdiri dari vial siap pakai.

Saat ini ada sekitar 15 juta dosis yang tersisa, tetapi banyak dari ini akan diprioritaskan untuk suntikan kedua pada bulan Agustus, tambah pejabat yang berbicara dengan syarat anonim.

Indonesia, yang paling parah dilanda Covid-19 di Asia, sebagian besar bergantung pada CoronaVac untuk upaya inokulasi nasionalnya yang dimulai pada pertengahan Januari.

Negara ini berhasil memberikan satu juta dosis sehari selama setidaknya tujuh hari di bulan Juli dan satu hari di akhir Juni.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved