Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pasien Covid-19 Penuh, RSBT Pangkalpinang Dirikan Tenda Darurat, Oksigen Terbatas Tak Ada Stok

Pihak RSBT bersama satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang mendirikan tenda darurat untuk isolasi pasien covid-19, di samping gedung lama rumah sakit.

Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini
Tenda darurat yang dipasang di RSBT Pangkalpinang untuk mengantisipasi membludaknya pasien covid-19 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 56 Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur, di ruangan perawatan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Kota Pangkalpinang sudah terisi pasien covid-19.
Hanya menyisakan beberapa bed di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD), Minggu (25/7/2021)

Guna mengantisipasi lonjakan pasien yang terpapar covid-19 di Kota Pangkalpinang. Pihak RSBT bersama satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang mendirikan tenda darurat untuk isolasi pasien covid-19, di samping gedung lama rumah sakit.

Manager Rawat Inap RSBT Yunita mengatakan sebanyak 63 bed dikhususkan untuk pasien covid-19 sudah terisi 56 bed pasien terpapar covid-19 yang dirawat. Sedangkan sisa bed yang masih kosong, sebanyak 7 bed di siapkan di Ruangam UGD RSBT.

Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang memiliki 175 bed, 63 bed disiapkan untuk pasien covid-19, sedangkan 112 bed, disiapkan untuk pasien non covid-19.

"Untuk di kamar perawatan dewasa penuh dengan pasien non covid-19, seperti ruangan kelas I, II, III hingga VVIP sudah terisi semua, yang kosong hanya ada ruangan perawat mata," kata Yunita, saat dihubungi Bangkapos.com, melalui panggil telepon, Minggu (25/7/2021).

Katanya, dengan adanya lonjakan pasien terpapar covid-19, pihanya mengalokasikan bed di ruang perawatan non covid-19 untuk digunakan oleh pasien covid-19.

Pihak RSBT juga menyiapkan dua pelayanan Ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk non covid-19 dan covid-19.

"Kami kan pengurangan bed. Bed itu kita alokasikan untuk yang covid-19. Pasien yang terpapar covid-19 yang di rawat di sini ada 56 orang," ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya tenda darurat belum digunakan lantaran pasien covid-19 masih dirawat di ruangan perawatan di RSBT, tenda tersebut didirikan guna mengantisipasi lonjakan pasien terpapar covid-19.

"Kalau tenda darurat untuk persiapan saja pasien covid-19. Untuk pasien covid-19, masih dirawat di ruangan gedung lama, semua bed di sana sudah penuh," katanya.

Kesediaan Oksigen

Sementara itu kesediaan oksigen di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Kota Pangkalpinang terbatas. Oksigen tersebut hanya dapat digunakan satu hari saja. Sehingga pihak rumah sakit harus mencari oksigen untuk hari berikutnya.

"Kebutuhan oksigen terbatas, karena tidak bisa menjamin untuk kebutuhan sehari. Setiap harinya kami cari untuk kebutuhan sehari saja, sehari kami cari 200 an tabung, kalau di bawah itu tidak, cukup untuk pasien," kata Manager Rawat Inap RSBT Yunita, kepada Bangkapos.com, Minggu (25/7/2021)

Bangkapos.com/Yuranda

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved