Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pengidap Virus Corona Keluyuran, Terjaring Razia, Begini Alasan Pasien  

Seorang pemuda berinisial R (23), Warga Muntok, Bangka Barat (Babar), Bangka Belitung (Babel), terlihat pasrah saat dinyatakan positif Covid-19

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
R (23) Warga Muntok, Bangka Barat, Bangka Belitung, positif covid-19 saat diswab antigen Tim Gabungan di Jembatan Emas, Kota Pangkalpinang, Minggu (25/7/2021) dinihari. (Bangkapos.com/Yuranda) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Seorang pemuda berinisial R (23), Warga Muntok, Bangka Barat (Babar), Bangka Belitung (Babel), terlihat pasrah saat dinyatakan positif Covid-19.

Ia seketika diam saat namanya dipanggil oleh petugas gabungan. R merupakan satu di antara 39 orang yang diswab antigen oleh Tim Gabungan di Jembatan Emas, Pangkalpinang, Minggu (25/7/2021) dini hari

Mengenakan switer hitam dan setelan celana jins warna biru, dia terlihat dipisahkan dari teman-temannya. Mengetahui ada yang positif Covid-19, saat Tim Gabungan melaksanakan swab di Jembatan Emas, Pangkalpinang, para pengunjung seketika diam.

Petugas dari Dinas kesehatan langsung melakukan pendataan terhadap R, hal tersebut dilakukan guna untuk mentracking orang yang terkontak langsung.

Diketahui, R datang ke tempat tongkrongan di Jembatan Emas itu bersama tiga temannya. Sehingga ketiga temannya langsung diswab antigen, namun hasilnya negatif.

Sebelumnya, Tim Gabungan terdiri atas Polres Pangkalpinang, Kodim 0414/ Bangka, Sat Pol PP, Dinas Kesehatan, BPBD Pangkalpinang dan Dinas Kesehatan Tentara (DKT) serta instansi terkait lainnya, melaksanakan patroli di sejumlah warung kopi hingga tempat tongkrongan, Sabtu (24/7/2021) hingga Minggu (25/7/2021) dinihari

Mahasiswa Pangkalpinang ini, sebelumnya sudah merasakan tubuhnya kurang enak, hingga hilang penciuman sejak satu minggu lalu. Dia dinyatakan positif setelah diswab oleh temannya yang merupakan mahasiswa kesehatan di Kota Pangkalpinang.

Namun kondisi itu sudah berangsur membaik dan ia tak lagi merasakan hal yang sama serta mengira sudah negatif Covid-19.

"Seminggu yang lalu, batuk, tidak mecium bau dan panas tinggi. Itu saya rasakan selama lima hari. Kenapa saya keluar karena saya tidak merasa itu lagi, sempat test antigen oleh teman yang di kuliah di bidang kesehatan, garisnya sudah samar, " katanya, saat ditemui di Jembatan Emas

Setelah mengetahui, positif Covid-19 saat diswab temannya itu, R berinisiatif untuk isolasi mandiri di kediaman kerabatnya di Kelurahan, Opas Indah, Tamansari, Pangkalpinang.

Selama lima hari mengisolasikan diri, dia  merasa membaik, sehingga pada saat temannya keluar, ia  ikut.

Sementara itu Pu (24) tidak mengetahui bahwa R, ternyata positif Covid-1, karena sebelumnya R tidak memberitahu kepada siapapun terkait penyakitnya.

"Saya ajak nongkrong mau dianya, kami berempat di dalam mobil, kami tidak tau kalau dia positif kalau tau, nggak mau lah nongkrong," kata Pu, Warga Tuatunu, Gerunggang, Pangkalpinang.

R beralasan tidak memberitahu kepada Satgas Covid-19 Pangkalpinang, lantaran ia takut dikarantina di Rumah Sakit atau di Wisma Karantina. "Takut di karantina di rumah sakit, itulah saya rahasiakan dan isolasi mandiri," ujar R.

Setelah dilakukan pendataan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, R langsung dibawa menggunakan mobil BPBD Pangkalpinang, untuk menjalani karantina di Wisma Karantina Pangkalpinang.(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved