Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ruangan di RSUD Pangkalpinang Full Pasien Covid-19, 3 Bed Tersisa di IGD, Fauzan : Oksigen Aman

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, masih menyisakan tiga ruang untuk pasien covid-19

Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Yuranda
Tenda Darurat di Depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Minggu (25/7/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, masih menyisakan tiga ruang untuk pasien covid-19, dari total sebanyak 41 ruangan isolasi pasien covid-19.

Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Muhamad Fauzan menyebut, saat ini ada 38 ruang isolasi covid-19 di RSUD Depati Hamzah dan semuanya terisi penuh.

Baca juga: Pasien Covid-19 Penuh, RSBT Pangkalpinang Dirikan Tenda Darurat, Oksigen Terbatas Tak Ada Stok

"Dari 38 ruangan itu ada tiga ruangan yang kosong, hanya di instalasi gawat darurat (IGD) di tampung sementara di sana, sambil menunggu masuk ke ruangan perawatan yang kosong," kata dr Fauzan, saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Minggu (25/7/2021)

Fauzan menjelaskan, sebagai rumah sakit rujukan dari Kementerian Kesehatan. RSUD Depati Hamzah itu tidak akan menolak pasien yang datang untuk berobat terkait covid-19, di rumah sakit ini.

"Kecuali pasien rujukan dari rumah sakit lain. Saat ini juga rumah sakit lain juga penuh, jadi sama-sama merawat di tenda atau tempat darurat penampungan. Karena tidak ada jaminan ketersediaan tempat tidur," katanya

Katanya, semua ruangan di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang ini di isi oleh pasien yang terpapar covid-19, dengan gejalan minimal sedang, ke berat dan hampir semua rata-rata pasien Covid-19 dengan gejala berat.

"Tidak ada kami rawat pasien dengan gejala ringan seperti batuk pilek dan demam. Semuanya rata-rata gejala berat," ucapnya.

Sedangkan, untuk pasien yang mengalami kecelakaan, tetap dilayani, pihaknya, membagikan dua ruang instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit tersebut.

"Jadi IGD itu dibagi menjadi dua ruangan ada non covid-19 dan covid-19. Seperti di ruangan gedung baru hanya untuk pasien kecelakaan, non covid-19 sampai kebidanan non covid-19, dan ada juga kebidanan covid-19," ujarnya

"Karena kita tidak tahu ada juga pasien korban kecelakaan, setelah di test swab antigen rupanya covid-19, ada juga seperti itu lah kami buat jadi dua ruangan IGD nya," tambah Fauzan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved