Breaking News:

FAKTA 94 Persen Pasien Corona Meninggal Karena Belum Divaksin, Ahli Ungkap Cara Kerja Vaksin Sinovac

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan 94 persen pasien yang terpapar Covid-19 meninggal dunia lantaran belum divaksin

Editor: Alza Munzi
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Vaksinasi Covid-19 yang digelar di Pasar Terminal Toboali beberapa waktu lalu 

Vaksinasi nyatanya juga menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan virus Covid-19 dan menciptakan herd immunity.

Ada beberapa jenis vaksin yang telah dikembangkan untuk saat ini.

Salah satunya adalah vaksin Covid-19 Sinovac yang dikembangkan dengan metode inactivated.

Artinya virus yang berada dalam vaksin sudah dimatikan dan tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.

Sementara itu, vaksin Sinovac menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yakni virus Corona penyebab Covid-19 yang telah dimatikan, atau genomnya telah dirusak.

Partikel virus yang sudah dimatikan ini nantinya akan berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh tanpa risiko penyakit serius.

Terkait pemberitaan yang masih menyebut jika vaksin menggunakan virus Covid-19 yang masih hidup adalah salah besar, sebab menurutnya dapat berbahaya bagi manusia.

"Kalau untuk vaksin Covid-19 itu virus yang telah dimatikan tidak ada vaksin hidup untuk Covid-19 karena terlalu berbahaya," kata Iris.

"Contohnya Sinovac, Sinopharm," tambahnya.

WHO juga menyebut metode inactivated virus ini sebagai salah satu dari tujuh teknologi pengembangan vaksin.

Tak hanya itu Iris kembali menegaskan jika vaksin sangat aman untuk disuntikkan kepada masyarakat guna mencegah penularan Covid-19.

Sebab sebelum didistribusikan vaksin telah melakukan beberapa fase hingga akhirnya mendapat izin dari WHO.

"Aman karena telah melalui fase penelitian sebelum fase satu ada uji penelitian untuk binatang, yang bertujuan untuk uji keamanan dan efektitivitas dari vaksin," kata Staf Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI ini.

"Fase dua untuk mengetahui lebih jauh keamanan dan efikasi dan pada fase ketiga adalah melihat efek samping yang jarang terjadi serta semua keamanan dan efikasi," kata dia.

(Tribun Network/bim/fit/oji/wly)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved