Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Mahendra Tak Setuju Sekolah Kembali Daring, Minta Pemerintah Kembali Pertimbangkan  

Mahendra (35) warga Kecamatan Gabek mangaku tak setuju jika anak-anak di Kota Pangkalpinang harus kembali melakukan pembelajran secara daring.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Belajar Online 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Mahendra (35) warga Kecamatan Gabek mangaku tak setuju jika anak-anak di Kota Pangkalpinang harus kembali melakukan pembelajaran secara daring atau online.

Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan kebijakan sekolah yang memilih untuk belajar online.

"Kami selaku orangtua tidak setuju sekolah tatap muka dihentikan,dikembalikan lagi ke pembelajaran daring.

Pihak sekolah dapat mengatur waktu belajar, tempat duduk dan lainnya. Jangan menjadilan covid sebagai alasan," kata Mahendra kepada Bangkapos.com, Senin (26/7/2021).

Dia menyayangkan sikap anggota dewan yang juga meminta sekolah tatap muka dihentikan.

"Dewan juga seharusnya memahami kondisi anak-anak secara utuh. Sebagai anggota dewan, kami minta mestinya tidak hanya melihat lonjakan kasus secara global saja tapi juga lihat kondisi anak-anak kita," tuturnya.

Anaknya yang kini sedang duduk di bangku SD dan SMA itu, harus kembali belajar di rumah.

"Pangkalpinang masuk PPKM level 3, kecuali sudah masuk level 4 baru dilakukan pembatasan. Sekarang masih bisa kita laksanakan secara terbatas seperti kemarin," tegasnya.

Berbeda dengan Mahendra, Eka (28) warga Kecamatan Bukit Intan justru khawatir jika anaknya kembali belajar intens di sekolah.

Ia takut, varian delta yang bisa saja menyerang cepat anak-anak itu membahayakan anaknya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved