Breaking News:

Berita Bangka Barat

Makan di Tempat Hanya 25 Persen dari Kapasitas, Pemilik Kedai Kopi Ini Khawatir Omzet Turun

Penerapan PPKM Level 4 Di Kabupaten Bangka Barat, tentunya memiliki berbagai dampak terutama pada bidang usaha tempat makanan seperti cafe

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
Ist/Polsek Toboali
Ilustrasi Kapolsek Toboali, AKP Wendy bersama jajaran saat mengingatkan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat di sebuah kedai kopi di Toboali pada Rabu, (23/12/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penerapan PPKM Level 4 di Kabupaten Bangka Barat, tentunya memiliki berbagai dampak terutama pada bidang usaha tempat makanan seperti cafe, kedai kopi hingga warteg.

Diketahui dalam Inmendagri 25 tahun 2021 mengatur terkait tempat makanan yang mengharuskan, hanya melayani makan ditempat dengan kapasitas 25% dari total kapasitas.

Menanggapi kebijakan tersebut satu di antara pengusaha sekaligus pemilik Kedai Kopi Keluarga Katiga, Budi Susatyo mengungkapkan dukungannya walaupun mengakui akan membuat omzetnya menurun.

"Menyikapi pelaksanaan PPKM level 4 di Bangka Barat, saya sebagai pengelola siap untuk menjalankan keputusan tersebut walaupun dengan resiko penurunan omzet harian," ujar Budi saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Senin (26/07/2021).

Kedai Kopi Keluarga Katiga yang beralamat Jalan Jendral Sudirman nomor 84, Pal 1, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat ini pun diketahui berencana hanya akan melayani pesanan untuk dibawa pulang selama PPKM Level 4.

Sedangkan diketahui untuk PPKM Level 4 di Kabupaten Bangka Barat, akan diberlakukan sejal 26 Juli hingga 02 Agustus 2021.

Lebih lanjut Katiga yang menjual berbagai jenis kopi hingga makanan seperti nasi goreng ini pun, diketahui sempat merasakan dampak yang hampir serupa terkait adanya pembatasan terhadap tempat makan.

"Pengalaman tahun lalu saat Katiga hanya melayani pesanan untuk dibawa pulang selama dua bulan, omset tinggal 35% sehingga ada karyawan yang dirumahkan," tuturnya.

Tak ingin kejadian tersebut kembali terjadi, Budi mengungkapkan perlu ada perhatian khusus dari pemerintah untuk membantu para pelaku usaha ditengah pemberlakuan PPKM Level 4.

"Untuk PPKM level 4 seperti sekarang ini, menurut informasi akan berjalan selama 10 hari. InsyaAllah tidak ada karyawan Katiga yang dirumahkan, tetapi jika lebih dari 10 hari akan terasa berat bagi saya untuk membayar upah mereka," ucapnya.

Sementara itu Budi berharap untuk dengan PPKM Level 4 dapat menurunkan atau memutus, rantai penyebaran Covid-19 sehingga dapat kembali dalam keadaan normal.

"Sudah 1,5 tahun saya dan karyawan Katiga berjuang, agar ekonomi tetap berjalan dalam masa pandemi ini. Pesan kepada pengunjung, tetap jalankan prokes agar penyebaran semakin turun dan kembali menjalani kondisi new normal seperti semula," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved