Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Bangka Selatan Terapkan PPKM Level 3, Aktivitas OPD 75 Persen WFH

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengeluarkan kebijakan agar penerapan protokol kesehatan terus ditingkatkan.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengeluarkan kebijakan agar penerapan protokol kesehatan terus ditingkatkan.

Pelaksanaan kegiatan di perkantoran juga menerapkan pola bekerja dari rumah (WFH) dan bekerja dari kantor (WFO).

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Bangka Selatan Nomor 800/579/BKPSDMD/2021 tentang Pelaksanaan Absensi Faceprint dan Sistem Kerja Work From Home Bagi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yang ditandatangani pada Senin (26/7/2021) kemarin, WFH di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan diterapkan sebanyak 75 persen sedangkan 25 persen sisanya tetap bekerja di kantor masing-masing.

"Terhitung mulai hari ini, pelaksanaan kerja di lingkungan Pemda Kabupaten Bangka Selatan itu kami berlakukan 75 persen berbanding 25 persen. Artinya adalah 75 persen pegawai itu bekerja dari rumah (WFH) sedangkan 25 persen sisanya tetap bekerja di kantor tempatnya bertugas (WFO)," ujar Riza Herdavid.

Riza melanjutkan, SE Nomor 800/579/BKPSDMD/2021 diterapkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Kepada pegawai yang tetap masuk bekerja, ia menghimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan memastikan kebersihan di lingkungan sekitar kerja.

Riza melanjutkan saat ini Kabupaten Bangka Selatan tercatat sebagai wilayah dengan PPKM Level 3 sehingga pencegahan penyebaran harus tetap ditegakkan.

Imbau Tak Gunakan Absensi Fingerprint

Demi mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja, Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengingatkan seluruh pegawai yang masuk kerja di kantor untuk tak menggunakan alat pemindai sidik jari sebagai alat absensi.

Ia meminta agar pegawai yang masuk kerja agar mengganti teknis absensi dari sidik jari ke pemindai wajah (faceprint) atau menggunakan absensi manual.

"Kalau sidik jari itu kan kita khawatirkan adanya perpindahan virus, maka untuk absensi kita alihkan ke faceprint ataupun absensi manual sehingga lebih aman," ujarnya.

Selamat bertugas di kantor masing-masing, Riza juga mengingatkan agar penggunaan masker, cuci tangan dan pembatasan jarak terus diperhatikan.

"Mari bersama-sama kita tetap produktif bekerja, namun prokes juga tetap kita tingkatkan," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved