Breaking News:

Berita Bangka Barat

PPKM Level 4 Bangka Barat, Pedagang Ini Sebut Baru Dengar Kabar Saja Omzetnya Sudah Turun 10 Persen

Aris Harianto pemilik usaha Pecel Lele kini harus mengerutkan dahi, terlebih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat kini telah memberlakukan PPKM

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Sekda Bangka Barat, Muhammad Soleh dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama saat melakukan sosialisasi terkait PPKM Level 4. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Aris Harianto pemilik usaha Pecel Lele kini harus mengerutkan dahi, terlebih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat kini telah memberlakukan PPKM Level 4.

Diketahui untuk PPKM Level 4 di Kabupaten Bangka Barat, akan diberlakukan sejak 26 Juli hingga 02 Agustus 2021 mengingat penerapan ini sudah tertuang dalam Inmendagri nomor 25 Tahun 2021.

Namun walaupun baru satu hari diterapkan PPKM Level 4, Aris mengakui dampak PPKM Level 4 bagi keberlangsungan usahanya bahkan dari belum diterapkannya kebijakan tersebut.

"Ya ikuti aturan ajalah, ini kalau full bisa 50 orang masuk. Ini kemarin dengar berita aja sudah langsung turun, ini baru kabar aja, belum dilaksanakan turunnya ada 10%. Jadi gak tau lah ini gimana besok kalau sudah diberlakukan kayak apa, pasti turun karena pengalaman tahun lalu kayak gitu," ujar Aris Harianto, pemilik Pecel Lele di Jalan Jendral Sudirman, Muntok, Senin (23/07/2021) malam.

Hal serupa dengan Aris, pemilik cafe Taman Tugu Muntok, Yahya juga mengatakan sudah menutup sebagian cafenya terkait adanya kebijakan PPKM Level 4 di Kabupaten Bangka Barat.

"Kita ada indoor tapi sudah kita tutup, kursi udah gak ada sama sekali. Kalau yang ini kan memang lahan luas, jadi keadaan normal juga memang sudah jauh-jauh duduknya," tuturnya.

Tak hanya menutup cafe yang memiliki konsep indoor, Yahya juga mengaku telah mempersiapkan cafenya sesuai dengan kriteria PPKM Level 4.

"Biasa 20 meja kalau normal, ini sudah kita kondisikan. Meja ini kita rapatkan jadi tiga meja kita jadikan satu meja, biar duduknya jadi berjarak juga. Kita sudah ada hand sanitizer lalu masker ada, kalau ada yang gak pakai masker kita ingatkan kalau gak pake masker gak akan kita terima," ucapnya.

Sementara itu diketahui dalam Inmendagri nomor 25 tahun 2021, memang diatur terkait tempat makan dalam penerapan PPKM Level 4. Bahkan saat ini sudah terdapat surat edaran Bupati Bangka Barat, nomor 360/684/satpolppb/2021 terkait kebijakan PPKM Level 4.

Dengan adanya Inmendagri dan surat edaran Bupati Bangka Barat, tim gabungan yang terdiri dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, bersama Sekda Bangka Barat melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha.

"Tentunya kita memberikan pemberitahuan, kepada warga mudah-mudahan mereka mengerti. Ini adalah upaya kesadaran kita bersama, untuk melakukan pengendalian Covid-19 yang sekarang mengalami peningkatan signifikan," kata Sekda Bangka Barat Muhammad Soleh.

Diketahui dari surat edaran Bupati Bangka Barat mengatur terkait jam operasional untuk pasar, minimarket, toko swalayan dan toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi hingga pukul 20.00.

Sedangkan untuk para pelaku usaha seperti warung makan, pedagang kaki lima, kafe, warung kopi, hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 21.00.

Sementara itu Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, Sidarta Gautama mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli guna memantau aturan PPKM level 4 dapat berjalan sesuai aturan.

"Seminggu ini akan kita pantau terus setiap malam, kita harapkan semua bisa mengikuti. Kita khawatir ini ditambah satu minggu lagi, mudah-mudahan dengan disiplinnya pelaku usaha kita tidak ada penambahan waktu untuk ppkm level 4," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved