Breaking News:

Berita Pangkapinang

Sopir Angkutan Antar Pulau Mengeluh, Tarif Angkut Murah Sementara Biaya Naik karena Aturan PPKM

Sudah 5 hari, 10 orang pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan pengangkut logistik, terkatung-katung di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.

Penulis: Yuranda | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Yuranda
Sopir angkutan barang atau logistik di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Rabu (28/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sudah lima hari, 10 orang pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan pengangkut logistik, terkatung-katung di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Rabu (28/7/2021) siang.

Keberadaan mereka di pelabuhan itu bukan tanpa alasan, pasalnya para sopir itu belum bisa menyebrang lantaran tidak mendapatkan muatan untuk dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ditambah lagi aturan dari pemerintah yang mewajibkan para pengemudi itu menunjukan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau Antigen di pelabuhan.

Hal itu lantaran sejumlah di daerah di Pulau Jawa-Bali, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat level 3 dan 4 di Provinsi Bangka Belitung.

Dengan adanya peraturan yang ditetapkan pemerintah tersebut. Sejumlah sopir truk angkutan logistik di Pelabuhan, Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, menilai aturan itu mempersulit mereka.

Menurut Sunario (55) warga Jepara, Jawa Tengah, selama ada penerapan PPKM di sejumlah daerah di Indonesia, sangat mempersulitkan mereka untuk menyebrang antar pulau.

Tambah lagi saat ini, kata sopir truk antar provinsi ini, mencari barang untuk diangkat ke Pulau Jawa sangat sulit. Biasanya sebelum ada penerapan seperti ini, mencari muatan untuk dibawa menyebrang sangat mudah.

Selain kesulitan secara aturan, mereka juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bisa menyeberang ke Provinsi lain.

"Kami hanya minta penjelasan pemerintah tentang aturan, kalau bisa bantu kami. Selama ditetapkan PPKM ini sangat menyulitkan kami. Muatan sulit dicari, ongkos dituturkan dan ada penambahan biaya masuk kapal harus diswab lagi, terlebih lagi ada kabar harus divaksin," kata Sunario, ditemui di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Rabu (28/7/2021).

Katanya, sejak pemerintah menetapkan aturan tersebut, mencari muatan untuk diangkut ke jawa pun sangat sulit. Sudah lima hari para sopir tersebut terkatung-katung di Pelabuhan Pangkalbalam.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved