Breaking News:

BTN Bakal Tutup 29 Kantor Tahun Ini, Lebih Tingkatkan Produktivitas

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN berencana menutup 29 kantor pada tahun ini. Terdiri dari 24 kantor kas, 3 kantor cabang pembantu

Editor: khamelia
Instagram @bankbtn.career
Ilustrasi BTN 

BANGKAPOS.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN berencana menutup 29 kantor pada tahun ini. Terdiri dari 24 kantor kas, 3 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang dan 1 payment point.

"Tahun ini BTN akan menutup 29 kantor. Memang tahun ini tidak sebanyak tahun lalu, kalau tahun lalu itu 130-an (kantor di tutup)," ujar Direktur Distribution & Retail Funding Bank BTN Jasmin dalam konferensi pers virtual, Rabu (28/7).

Ia menjelaskan, penutupan sebanyak 29 kantor tersebut, salah satunya yang berlokasi di Aceh. Kemudian kantor-kantor yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) maupun Jawa.

"Jadi satu di Aceh terkait dengan adanya implementasi lembaga keuangan syariah. Lalu lainnya kebanyakan di Jabodetabek dan di Jawa juga," imbuh dia.

Jasmin mengatakan, penutupan kantor dilakukan sebagai upaya perseroan untuk mentransformasi model operasional cabang menjadi point of sales dari sebelumnya point of service.

Selain itu, BTN akan fokus untuk menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Adapun bank pelat merah itu memastikan tidak ada pengurangan karyawan seiring dengan penutupan kantor-kantor cabang.

"Kami tahun ini lebih banyak meningkatkan produktivitas, jadi banyak cabang-cabang kami ini yang masih belum produktif. Maka salah satu inisiatif strategis tahun ini adalah mengubah brand operating model cabang kami menjadi point of sales," jelas Jasmin.

Seperti diketahui perbankan semakin gencar mengembangkan layanan digital. Bahkan, bank memilih mengalihkan layanannya ke digital daripada menambahkan jumlah kantor cabang. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan, per April 2021 jumlah kantor cabang perbankan sebanyak 29.780 unit, berkurang 1.232 unit dibanding periode yang sama tahun lalu. PT Bank Negara Indonesia atau BNI misalnya. Salah satu inisiatif BNI adalah dengan meningkatkan digital capability, baik untuk memberikan pelayanan dan kebutuhan transaksi nasabah maupun kebutuhan proses internal BNI.

"Di tengah kondisi pandemi ini, BNI mengambil kebijakan yang sejalan dan mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi potensi penularan. Jumlah outlet BNI yang ditutup sementara selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sesuai dengan zonasi tingkat risiko di masing-masing daerah," ujar Direktur Layanan dan Jaringan BNI, Ronny Veni.

Ronny menjelaskan, BNI terus mendorong nasabahnya melalui edukasi dan program untuk shifting transaksi ke digital melalui perangkat e-channel/e-banking BNI.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved