Breaking News:

Diduga Bocor, Ratusan Ponton Ditinggal Lari Pemiliknya saat PT Timah Lakukan Penertiban

Pemilik dan pekerja tambang di seratusan ponton diduga melarikan diri setelah memperoleh informasi adanya razia yang dilakukan Pt Timah

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto | Editor: ibnu Taufik juwariyanto
ISTIMEWA / Humas PT Timah
KOSONG - Sejumlah ponton ditinggal lari pemiliknya saat dilakukan razia oleh PT Timah tbk berserta jajaran terkait, Kamis (29/7/2021). Sejumlah ponton terebut beroperasi di IUP milik (negara) PT Timah tanpa izin. 

BANGKAPOS.COM , MUNTOK - Seratusan ponton ditinggalkan begitu saja di perairan Jungku, Pantai Selindung, Bangka Barat, Rabu (29/7/2021).

Pemilik dan pekerja tambang di seratusan ponton tersebut diduga sengaja melarikan diri lantaran mendapat informasi akan ada razia yang dilakukan oleh PT Timah beserta aparat keamanan di lokasi mereka menambang.

Untuk diketahui, lokasi seratusan ponton ini menambang adalah konsesi milik PT Timah, sementara keberadaan para penambang tersebut tidak disertai izin dari pemilik IUP di lokasi tersebut, yaitu PT Timah.

Untuk diketahui, PT Timah memang terus mengoptimalkan operasional perusahaan.

Salah satunya dengan menjaga daerah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari aktivitas penambangan tanpa izin yang merugikan perusahaan dan negara.

Sayang sekali, saat razia tersebut dilakukan diduga bocor. Saat PT Timah dan aparat gabungan yang terdiri dari Polairud, Polres Bangka Barat dan Denpom, tidak dijumpai ponton yang masih bekerja.

“Tampaknya bocor. Dari tanda-tandanya, mereka baru saja beroperasi dan akhirnya memilih melarikan diri dari operasi yang dilakukan,” kata salah satu petugas dari PT Timah.

ILEGAL - Sejumlah ponton dirazia lantaran beroperasi di wilayah IUP milik PT Timah di Laut Selindung Bangka Barat
ILEGAL - Sejumlah ponton dirazia lantaran beroperasi di wilayah IUP milik PT Timah di Laut Selindung Bangka Barat (ISTIMEWA / Humas PT Timah)

Akhirnya seratusan ponton tersebut ditinggalkan begitu saja. Ada yang masih di perairan, sebagian sudah ada yang ditarik ke darat. Namun tampak sekali kalau pemilik dan pekerjanya memilih melarikan diri usai beroperasi.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Abdullah Umar Baswedan mengatakan, PT Timah Tbk bersama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) mengamankan tambang tanpa izin yang beroperasi di wilayah konsesi perusahaan.

"Perusahaan sebelumnya sudah melakukan pengamanan konsesi di wilayah Bangka Selatan. Hari ini kembali mengamankan konsesi dari tambang tanpa izin di IUP PT Timah Tbk di daerah Laut Selindung Bangka Barat," kata Abdullah, Kamis (29/7/2021).

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved