Breaking News:

Berita Sungailiat

Honor Pegawai Kontrak Bakal Dipotong Rp500.000 dan TPP ASN Bangka 18 Persen  

Pemkab Bangka melalui Bupati Bangka Mulkan secara resmi Selasa (17/07/2021) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 900/4013//SE/BPPKAD-III/2021 tentang

Penulis: edwardi | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Bupati Bangka, Mulkan. (Bangkapos.com/Edwardi) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemkab Bangka melalui Bupati Bangka Mulkan secara resmi Selasa (17/07/2021) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 900/4013//SE/BPPKAD-III/2021 tentang upaya memperkuat stabilitas keuangan daerah dan penundaan pelaksanaan kegiatan dan pencairan belanja daerah dalam APBD Kabupaten Bangka TA 2021 kepada seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka.

Surat edaran sebanyak 2 lembar ada 7 poin keputusan   ini viral beredar di media sosial pada Rabu (28/07/2021) malam dan menjadi bahan perbincangan warga netizen.

Pasalnya pada poin 4 yakni melakukan rasionalisasi/ pengurangan standar satuan biaya tertinggi honorarium tenaga kontrak sebesar Rp 500.000/bulan sesuai dengan uraian pekerjaannya masing-masing. Kebijakan rasionalisasi/pengurangan besaran honorarium tenaga kontrak akan dilaksanakan secara efektif mulai biak. September 2021 Sampai dengan bulan Desember 2021.

Poin 5 Melakukan  rasionalisasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Prestasi Kerja ASN sebesar 18 persen per bulan sesuai dengan uraian jabatannya masing-masing, dilaksanakan mulai bulan September sampai dengan bulan Desember 2021.

Menanggapi adanya rencana pemotongan honorarium dan TPP Prestasi Kerja ASN ini Bangkapos.com mencoba mengkonfirmasi kepada Bupati Bangka Mulkan di rumah dinasnya, Kamis (29/07/2021), namun Bupati Bangka sedang ada rapat soal Kabupaten Layak Anak.

Usai rapat ini pak Bupati Bangka akan melanjutkan kegiatan di Kantor PDAM Tirta Bangka, nanti pak Bupati Bangka akan melakukan penjelasan soal ini disana saja dengan rekan wartawan Bangka Pos, Bima," kata Asisten Pribadi (Aspri) Bupati Bangka kepada Bangkapos.com.

Terpisah Kepala BPPKAD Kabupaten Bangka, Iwan Hindani saat dikonfirmasi di kantornya menurut pegawainya saat ini pak Iwan sudah tidak masuk kerja lagi karena akan memasuki masa pensiun pada tanggal 1 Agustus 2021 nanti.

Demikian juga saat Bangkapos.com menemui Sekda Bangka Andi Hudirman juga sedang tidak ada di kantornya.

Salah seorang ASN yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan surat edaran tersebut belum berlaku saat ini namun memang sudah disebarkan dan ramai dibahas di kalangan pegawai Pemkab Bangka.

"Kalau kita ASN ini menurut saja, apalagi kalo tahun tau saat ini kondisi keuangan negara sedang sulit akibat wabah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir  hingga saat ini," katanya.

Sedangkan seorang tenaga kontrak yang juga meminta agar namanya tidak dituliskan mengatakan santai saja dan menerima saja kebijakan ini.

"Kalau saya ini masih bujangan jadi santai saja kalau ada pemotongan honorarium nanti, kita bersyukur masih ada pekerjaan dan ada penghasilan meskipun tak seberapa tetap bisa kita cukup-cukupkan," imbuhnya.

Terpisah Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar dihubungi via handphonenya mengaku belum mengetahui dan membahas soal ini.

"Nanti ya saya belum tahu, saya  lagi melayat orang meninggal dunia," ujar Sidi.

Sedangkan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan saat dihubungi mengatakan sedang ada rapat jadi belum bisa memberikan penjelasannya. (Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved