Breaking News:

Berita Bangka Barat

Kapolres Bangka Barat Borong Durian Pedagang, Strategi Tertibkan Jam Malam PPKM Level 4

Pedagang Durian Asal Belo Laut, Acu Nopi yang kerap menjajakan duriannya di Jalan Jendral Sudirman Muntok kini bergembira usai dagangannya diborong

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto saat membeli durian guna mempercepat pedagang pulang saat jam malam PPKM level 4. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pedagang Durian Asal Belo Laut, Acu Nopi yang kerap menjajakan duriannya di Jalan Jendral Sudirman Muntok kini bergembira usai dagangannya diborong habis oleh Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto.

Namun usut punya usut memborong durian yang berjumlah sekitar 15 buah ini, merupakan strategi humanis dari AKBP Agus Siswanto untuk menertibkan para pedagang saat pemberlakuan PPKM Level 4 di Kabupaten Bangka Barat.

Sebelumnya diketahui berdasarkan Inmendagri nomor 25 tahun 2021 atau selama penerapan PPKM Level 4, untuk para pedagang kaki lima hanya diperbolehkan berjualan hingga pukul 21.00.

"Ni borong semua terima kasih bapak-bapak, ini saya pulang ini udah habis semua dagangannya makasih bapak Kapolres," ujar Acu Nopi sembari duriannya diangkut ke mobil ppatroli Rabu (28/07/2021) malam.

Usai dagangannya habis dibeli, tentunya bagi para pedagang tidak lagi diperbolehkan untuk berjualan di atas pukul 21.00 hingga 2 Agustus 2021 atau selama penerapan PPKM Level 4 berakhir.

"Ya kita juga bantu pedagang kecil, supaya cepat pulang intinya. Jadi ini juga salah satu, strategi seperti itu lah," kata AKBP Agus Siswanto.

Untuk mencegah hal tersebut terus terjadi tim gabungan dari Polres Bangka Barat, Kodim 0431/Bangka Barat, Satgas Kabupaten Bangka Barat, Polsek Muntok, Sat Pol PP dan beberapa instansi terkait lainnya akan melaksanakan patroli atau Kegiatan Kepolisian Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) setiap malam.

Lebih lanjut patroli malam pun dilakukan dengan menyisir sejumlah tempat keramaian, seperti di kawasan Pasar Muntok dan area lorong 2 Pasar Muntok.

Bahkan saat tim gabungan berhenti di kawasan lorong 2, berhasil mendapatkan sepasang muda-muda yang mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan masker.

Lantas tim pun memberikan sanksi humanis untuk laki-laki melakukan push up, sedangkan perempuan yang mengenakan baju hitam ini diberikan sanksi membaca Pancasila.

"Semua berjalan lancar, rata-rara masyarakat menerima kondisi ini. Ini komitmen untuk menangani covid-19 agar dalam waktu dekat dapat turun ke level 1 atau masuk zona hijau. Lumayan kita dapati juga ada warga sekitar 70% sudah baik, dibandingkan dengan yang kemarin-kemarin masih sangat rendah," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved