Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Kasus Kekerasan Anak di Bangka Tengah Meningkat, Kekerasan Seksual Jadi Kasus Tertinggi

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), dr Dede

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah dr Dede Lina Lindayanti.(Bangkapos.com/Sela Agustika) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), dr Dede Lina Lindayanti mengatakan, kasus kekerasan pada anak sejak tiga tahun terakhir terjadi peningkatan.

Katanya, di antara banyaknya kasus kekerasan pada anak, kekerasan seksual menjadi kasus tertinggi yang terjadi pada anak di daerah ini.

"Berdasarkan angka grafitasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir kasus kekerasan pada anak memang nampak terjadi peningkatan. Di mana dari banyak kasus kekerasan pada anak, paling banyak terjadi kekerasan seksual yang pelakunya ini adalah para orang-orang dewasa, seharusnya mereka ini melindungi malah menghancurkan anak-anak,"  kata Dede, Kamis (29/7/2021).

Demi memberikan kenyaman dan perlindungan pada anak kata Dede, pihaknya telah memiliki forum anak di masing-masing sekolah dan juga menyediakan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) di masing-masing desa atau kecamatan.

"Selamai ini asumsi masyarakat ketika ada kasus anak ini adalah aib dan takut melapor, tetapi semenjak menjadi kabupaten layak anak di Tahun 2013. Alhamdulillah pengetahuan masyarakat ini dilindungi, dan mereka ini tidak perlu melaporkan langsung ke Kantor DPPKBPPPA, tetapi mereka bisa langsung melapor ke PATBM di masing-masing desa yang memang sudah bertugas memberikan pelindungan dan kenyamanan terhadap anak," kata  Dede.

Ia menilai adanya kader forum anak ini memiliki peran yang sangat luar biasa dlaam melindungi anak-anak. ''Foruk anak ini menjadi pelopor dan pelapor, jadi mereka harus berani menyuarakan apa yang diinginkan anak-anak di Bangka Tengah supaya bisa mengeksekusi apabila terjadi apa-apa," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya akan terus berupaya dan bekersama dengan Tim Gugus KLA mulai eksekutif, yudikatif dan legeslatif sampai ke masyarakat dalam memberikan kepedulian dalam perlindungan anak.

"Perlindungan anak bukan tugas pemerintah saja, tetapi semua masyatakat di lingkungan terdekat khususnya keluarga, dan tim pelindung layak anak di Desa, Kabupaten, Provinsi, hingg Indonesia," ujarnya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved