Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Menghina Orang di Dunia Maya, Begini Penjelasan Dekan Fakultas Hukum UBB Soal Jeratan Hukum

Akademisi, Dekan Fakultas Hukum sekaligus Dosen Hukum UBB, Dr Dwi Haryadi memberikan pandangan terkait kasus menghina orang di sosial media.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
Istimewa
:Dekan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Dr Dwi Haryadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Umi Kalsum tak terima, saat sang anak dan cucunya dihina oleh seorang tenaga kerja wanita (TKW).

Ibunda Ayu Ting Ting ini ingin mencari wanita itu hingga keluar negeri dengan harapan wanita yang bekerja di Singapura itu dapat mempertanggungjawabkan perbuataannya secara hukum.

Permasalahan hinaan terhadap orang di sosial media memang kerap terjadi, tak hanya dialami oleh artis saja tetapi juga masyarakat biasa.

Akademisi, Dekan Fakultas Hukum sekaligus Dosen Hukum UBB, Dr Dwi Haryadi memberikan pandangan terkait kasus menghina orang di sosial media.

Menururnya, pada kondisi ini semua masyarakat harus menyadari bahwa masyarakat hidup pada dua dunia, yakni dunia nyata sekaligus dunia maya.

"Terlebih dimasa pandemi, dimana kita dituntut untuk membatasi mobilitas sehingga segala aktivitas dioptimalkan secara daring. Mulai dari bekerja, sekolah, kuliah, belanja, wisata, dan lain-lainnya. Kehidupan pada dunia maya ini kita sebut sebagai cybercommunity dimana segala aktivitas yang selama ini kita lakukan di dunia nyata kini kita lakukan didunia maya," ujar Dwi saat dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (29/7/2021).

Dia memisalkan seperti berkomunikasi chat, Facebook, WhatsApp, Intagram, lalu berkirim surat via email, atau bahkan rapat dan seminar via zoom serta kumpul alumni dan arisan keluarga juga serba online.

"Aktivitas di dunia maya ini jelas sama dgn didunia nyata, hanya beda pada sarana atau medianya. Inilah yg kadang kurang dipahami atau sadari oleh para netizen. Jadi aktivitas dunia maya juga terikat dengan etika, moral dan hukum," kata Dwi.

Sehingga, Dia mengingatkan sosial media, bukanlah ruang bebas untuk bisa sembarangan mengeluarkan isi hati.

"Terlebih jika itu sebuah pelanggaran atau kejahatan tetap dapat dijerat hukum melalui UU ITE."

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved