Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ombudsman Nilai Respon Pelaksanaan 3T Masih Terbatas, Pemda di Babel Diminta Perbaiki

kapasitas respon Testing, Tracing, dan Treatment (3T) di Provinsi Kepulauan Babel secara umum masih tergolong terbatas sehingga perlu segera perbaikan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
(Ist/Ombudsman)
Ombudsman Babel berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait Bangka bertempat di ruang pertemuan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy menilai kapasitas respon Testing, Tracing, dan Treatment (3T) di Provinsi Kepulauan Babel secara umum masih tergolong terbatas sehingga perlu segera dilakukan upaya-upaya perbaikan.

Hal ini dapat diketahui berdasarkan data pada website vaksin.kemkes.go.id.

Dijelaskannya, standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yakni persentase positivity rate Testing harus di bawah 5 persen.

Sementara untuk kategori memadai, antara 5 persen-15 persen untuk kategori sedang, dan di atas 15 persen untuk kategori terbatas.

"Positivity rate Testing Provinsi Kepulauan Babel secara keseluruhan satu minggu sebelum penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan Level 4 rata-rata sebesar 37,46 persen."

"Namun setelah ditetapkan menjadi PPKM Level 3 dan Level 4, per tanggal 27 Juli 2021 justru menjadi 40,36 persen per minggu."

"Tidak begitu jauh berbeda, untuk data tracing juga Babel masih perlu lebih ditingkatkan lagi upaya yang harus dilakukan," ujar Yozar dalam rilis kepada bangkapos.com, Kamis (29/7/2021).

Angka rasio kontak erat Tracing berdasarkan data pada website vaksin.kemkes.go.id per tanggal tanggal 27 Juli 2021 adalah 0,93 per minggu.

"Padahal standar yang ditetapkan pusat adalah >14 per minggu,antara 5-14 minggu, dan <5 per minggu. Selanjutnya untuk domain Treatment dengan indikator Bed Occupancy Rate (BOR) di Babel termasuk dalam kategori Sedang yakni dalam persentase proporsi keterisian tempat tidur rumah sakit sebesar 73,72 persen," kata Yozar.

Apabila data di atas ditinjau berdasarkan data per wilayah kabupaten/kota, maka dapat kita lihat secara berturut-turut persentase 3 T (Testing, Tracing, dan Treatment) per tanggal 27 Juli 2021 yaitu Kabupaten Bangka (34,19%, 2,84, dan 72,29%), Kabupaten Bangka Barat (26,90%, 1,21, dan 86,36%),

Kabupaten Bangka Selatan (36,52%, 2,13, dan 94,23%), Kabupaten Bangka Tengah (31,73%, 1,33, dan 51,58%), Kabupaten Belitung (22,16%, 0,47, 82,12%), Kabupaten Belitung Timur (11,24%, 0,00, dan 75,49%), serta Kota Pangkalpinang 65,57%, 0,71%, dan 71,44%).

Dia menyebutkan hal ini menunjukkan bahwa seluruh Pemerintah Daerah baik Pemprov, Pemkot, dan Pemkab yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu memberikan perhatian dan strategi khusus untuk mencapai standar indikator yang telah ditetapkan.

“Kami kira berdasarkan data ini, sudah seharusnya seluruh Pemda dapat memberikan perhatian khusus, misalnya dapat menetapkan apa sebetulnya target terukur yang ingin dicapai oleh masing-masing Pemda sampai dengan 02 Agustus nanti.

Kemudian dapat merealisasikan target Testing dan Tracing masing-masing Kabupaten/Kota sebagaimana yang tercantum dalam Inmendagri Nomor 25 dan Nomor 26 Tahun 2021, serta dapat mengupayakan peningkatan sarpras seperti ruang dan tempat tidur pada rumah sakit penanganan Covid-19.

Capaian tersebut perlu dilakukan dengan komunikasi, koordinasi, dan pengawasan berjenjang yang baik antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten

Kota. Dengan demikian, kita semua berharap Level PPKM di Babel dapat segera turun dan pandemi Covid-19 dapat dikendalikan di wilayah kita," kata Yozar.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved