Breaking News:

PT Timah Amankan Potensi Kerugian Negara Sebesar Rp 22 M per Bulan di Pantai Jungku Bangka Barat

praktik penambangan tanpa izin di IUP milik PT Timah di Pantai Selindung, Bangka Barat, berpotensi merugikan negara sebesar Rp 22 miliar per bulan.

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto | Editor: ibnu Taufik juwariyanto
ISTIMEWA / Humas PT Timah
ILEGAL - Sejumlah ponton dirazia lantaran beroperasi di wilayah IUP milik PT Timah di Laut Selindung Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM , MUNTOK - Langkah PT Timah melakukan razia terhadap praktik penambangan tanpa izin di IUP milik mereka di perairan Jungku, Pantai Selindung, Bangka Barat ternyata adalah upaya penyelamatan aset negara yang cukup besar.

Jika dihitung, maka potensi kerugian negara dari praktik tanpa izin penambangan di IUP milik PT Timah tersebut berpotensi merugikan negara sebesar Rp 22 miliar per bulan.

Potensi tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah pekerja tambang yang masih berada di lokasi saat razia dilakukan.
Menurut sejumlah pekerja, satu ponton bisa menghasilkan 20 kilo hingga 30 kilo pasir timah setiap harinya.

Jika dihitung ada seratusan ponton, maka dari praktik penambangan tanpa izin tersebut bisa menghasilkan sekira 200 atau 300 kilo timah. “Sehari bisa dapat 20 kilo kadang juga 30 kilo,” kata satu pekerja saat dimintai keterangan.

Dari informasi tersebut, hitung saja, sehari ada 250 kilo bijih timah dari konsesi milik negara tersebut, maka dikalikan 30 hari, maka aset negara yang hilang ditaksir sekitar, 7.500 kilo pasir timah.

Sementara jika dikonversi dengan harga timah di pasar gelap, maka hasil tersebut mencapai sekitar Rp 22 miliar setiap bulannya.

Seperti di ketahui, seratusan ponton ditinggalkan begitu saja di perairan Jungku, Pantai Selindung, Bangka Barat, Rabu (29/7/2021).

Pemilik dan pekerja tambang di seratusan ponton tersebut diduga sengaja melarikan diri lantaran mendapat informasi akan ada razia yang dilakukan oleh PT Timah beserta aparat keamanan di lokasi mereka menambang.

Untuk diketahui, lokasi seratusan ponton ini menambang adalah konsesi milik PT Timah, sementara keberadaan para penambang tersebut tidak disertai izin dari pemilik IUP di lokasi tersebut, yaitu PT Timah.

Untuk diketahui, PT Timah memang terus mengoptimalkan operasional perusahaan.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved