Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Balai POM Pangkalpinang Kawal Ketersedian Stok dan Harga Obat dan Vitamin Tangani Covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) tidak hanya mengawasi keamanan dan mutu, namun juga ikut serta mengawasi stok ketersedian serta harga obat dan v

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pangkalpinang, Tedy Wirawan saat ditemui bangkapos.com, Jumat (30/7/2021). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) tidak hanya mengawasi keamanan dan mutu, namun juga ikut serta mengawasi stok ketersedian serta harga obat dan vitamin penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kefarmasian, Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Zulkarnain, mengatakan, Dinkes Babel telah memeriksa ketersedian vitamin dan obat di apotek dalam upaya melakukan penanganan kasus isolasi mandiri, Rabu (28/7/2021).

Namun dari pantaun Bangkapos.com, beberapa waktu lalu, Rabu (28/7/2021), jenis obat penanganan Covid-19, terpantau hanya ada di Apotek Kimia Farma Jalan Ahmad Yani Kota Pangkalpinang.

Itupun hanya ada Jenis Favipiravir 200 mg tablet. Sementara di beberapa apotek lainnya terpantau tidak tersedia.

Untuk permintaan vitamin pun terjadi peningkatan di beberapa apotek khususnya di kota Pangkalpinang

"Beberapa minggu lalu, kita sudah mulai meminta data dari saran-sarana tentang jumlah ketersedian obat dan vitamin sehingga kami bisa mendorong pabrikan untuk bisa menambah kapasitas produksinya," ujar Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pangkalpinang, Tedy Wirawan saat ditemui Bangkapos.com, Jumat (30/7/2021).

Mengenai data stok obat dan vitamin terdata secara pusat yang dilakukam oleh pelayanan kesehatan yang menyediakan, hingga belum sampai ke daerah seperti Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Pangkalpinang.

Menurutnya, apabila terjadi kekurangan stok obat dan vitamin untuk penanganan Covid-19 karena banyak permintaan atau kebutuhan secara bersamaan dari para orang yang terpapar virus corona ini.

"Kami berusaha mendorong, para pelaku usaha, pabrikan dan distributor untuk mengisi pasar dengan produknya. Beberapa hari terakhir sudah mulai ada mungkin, sementara untuk vitamin sendiri banyak jenis dan banyak pilihan ya," kata Tedy.

Ditegaskannya, bahwa obat untuk Covid-19 belum ada tetapi hanya ada obat untuk terapi atau menangani gejala Covid-19.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved