Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kasus Aktif Covid-19 di Pangkalpinang Sudah 1.141 Orang, Rata-rata Penambahan 100 Orang per Hari  

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Pangkalpinang terus bertambah. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkalpinang melaporkan angka kasus aktif Virus Corona

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
istimewa
Dinas Kesehatan Pangkalpinang melakukan pemeriksaan swab PCR di wilayah zona merah. (Ist/Hakim) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Jumlah kasus aktif Covid-19 di Pangkalpinang terus bertambah. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkalpinang melaporkan angka kasus aktif Virus Corona di kota ini hingga data kemarin, Kamis (29/7/2021) menembus 1.141 orang

Kepala Dinas Kesehatan Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebutkan, jumlah kasus aktif di Pangkalpinang kemarin naik 151 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini 1.141 kasus. Secara keseluruhan, jumlah kasus Covid-19 di Pangkalpinang sebanyak 8.505 kasus.

"Itu semua berdasarkan hasil tracing yang kita lakukan kepada orang yang kontak erat, hasil swab yang kita ambil per satu harinya juga sudah 200-an sample jadi 100-an ditemukan positif," ujar Hakim kepada Bangkapos.com, Jumat (30/7/2021).

Perlu diketahui, kata Hakim hasil tes antigen positif di Pangkalpinang tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang menggunakan PCR.

Diakui Hakim, seiring bertambahnya kasus Covid-19 per hari 100-an kasus, tingkat level PPKM di Pangkalpinang sebetulnya sudah menjadi Level 4. Namun memberlakukan PPKM level 3 dan 4 di sejumlah daerah tetap sesuai Intruksi Menteri Dalam Negeri.

Sebab kata Hakim ada beberapa indikator penentuan PPKM Level 4 di suatu daerah, termasuk mempertimbangkan testing, tracing dan bed occupancy rate (BOR).

Hakim juga mengatakan, PPKM Level 4 ditetapkan berdasarkan indikator laju penularan kriteria kasus konfirmasi lebih 150 per 100.000 penduduk per minggu, perawatan rumah sakit lebih 30 per 100.000 penduduk per minggu, dan kematian lebih 5 per 100.000 penduduk per minggu.

Pada level 4, indikator kapasitas respons berada pada kriteria angka testing positivity rate lebih 15 persen, tracing kontak erat per kasus konfirmasi kurang dari 5 dan treatmen BOR 80 persen.

"Iya kalau dari pertambahan jumlah kasus memang bisa daja masuk Level 4, tapikan ada beberapa indikator penetuan suatu daerah ditegapkan PPKM level 4 itu, kalau secara bed occupancy rate (BOR) kita masih cukup sebab masih ada ruangan yang kosong," tegas Hakim.

Menuritnya, hingga kini masih ada ruang isolasi di Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (KIM) yang belum terpakai sebab berbayar. Pihaknya sedang mengupayakan agar ruang isolasi yang masih tersedia tersebut bisa digunakan untuk masyarakat umum.

"Ini kita sedang mengupayakan agar KIM bisa menerima kebijakan itu, karena disana ruang isolasinya ada tapi berbayar itu yang menjadi masalah. Kannyang dirawat di RSBT dan RSUD tidak berbayar nanti kita minimal masuk skema pembayaran dari pusat bukan dari daerah," jelasnya.

Tak hanya itu, kasus kematian akibat Covid-19 di Pangkalpinang mencatatkan rekor terbaru yakni 7 kasus konfirmasi meninggal dunia kemarin, Kamis (29/7). Hingga membuat total kasus meninggal dunia di Pangkalpinang sebanyak 128 orang.

Tidak ada upaya lain yang dapat dilakukan selain kesadaran masyarakat itu sendiri untuk patuh terhadap protokol kesehatan, hingga menghindari kerumunan banyak orang yang berpotensi penyebaran virus.

"Kami hanya berharap masyarakat tidak melupakan protokol kesehatan, gunakanlah masker kalau bisa dua lapis. Sekarang memang kasusnya transmisi lokal antar kita saja, ayah menyebarkan ke anak, anak ke temannya seperti itu terus," jelasnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved