Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kedatangan WNA Dibatasi Ketika Bangka Belitung Terapkan PPKM

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Darmunansyah mengatakan, pihaknya membatasi kedatangan warga

Penulis: Magang1 | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Darmunansyah.(Bangkapos/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Darmunansyah mengatakan, pihaknya membatasi kedatangan warga negara asing (WNA) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Hal itu sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 27 Tahun 2021 tentang pembatasan orang asing masuk ke wilayah Insonesia dalam masa PPKM darurat yang sudah berlaku sejak 21 Juli 2021.

“Berdasarkan Permenkumham itu jadi WNA dibatasi untuk masuk ke wilayah Indonesia atau transit di wilayah Indonesia,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (30/7/2021).

Meskipun begitu kata Darmunansyah, pembatasan itu dikecualikan untuk lima kelompok. Pertama orang asing pemegang visa diplomatik dan visa dinas.

Kedua, orang asing pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas. Ketiga, orang asing pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap.

Keempat orang asing dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan.

“Ini misalnya dokter-dokter dalam rangka untuk penanganan Covid-19 atau petugas laboratorium dan yang berkaitan dengan kemanusiaan yang mendapat rekomendasi dari kementerian atau lembaga yang menyelenggarakan fungsi penanganan Covid-19," terang Darmunansyah,  

Sedangkan kelima, yakni awak alat angkut yang datang bersama alat angkutnya. “Jadi seperti kru kapal ataupun pesawat itu boleh,” sebutnya.

Lebih lanjut, WNA yang dapat pengecualian itu," harus mendapat rekomendasi dari kementerian atau lembaga terkait serta memenuhi ketentuan protokol kesehatan Covid-19.

“Ketentuannya sama, yakni vaksin, kemudian tes polymerase chain reaction (PCR-red) baik sebelum masuk atau datang dan menjalani karantina,” kata Darmunansyah. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved