Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mau Menikah, Pasangan Catin di Pangkalpinang Wajib Tes Antigen Selama PPKM

Calon pengantin (Catin) di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung yang akan menikah wajib melakukan tes usap antigen. Namun tidak dengan penghulu.

Penulis: Magang1 | Editor: El Tjandring
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung Firmantasi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Calon pengantin (Catin) di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung yang akan menikah wajib melakukan tes usap antigen. Namun tidak dengan penghulu.

Kebijakan itu berlaku selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Pangkalpinang sampai 2 Agustus 2021 mendatang.

Hal itu berdasarkan surat edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam nomor P-001/DJ.III/Hk.007/07/2021 tentang pelaksanaan layanan nikah pada Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan masa PPKM Level 3 dan 4.

Demikian yang diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Firmantasi.

"Pelayanan nikah masa pandemi tetap memberlakukan persyaratan swab tes bagi kedua calon pengantin, wali dan saksi dengan hasil negatif yang berlaku minimal 1x24 jam sebelum pelaksanaan akad nikah," kata dia di Pangkalpinang, Jumat (30/7/2021).

Firmantasi mengungkapkan, selama PPKM juga pelaksanaan akad nikah yang diselenggarakan di KUA Kecamatan atau di rumah dihadiri paling banyak enam orang.

Sedangkan pelaksanaan akad nikah yang diselenggarakan di gedung pertemuan atau hotel diikuti paling banyak 20 persen dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 orang.

Saat pelaksanaan juga pihak catin harus menandatangani surat pernyataan kesanggupan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

"Jika tidak dapat terpenuhi, kepala KUA kecamatan atau penghulu dapat menunda ataupun membatalkan pelaksanaan akad nikah disertai alasannya secara tertulis," terang Firmantasi.

Dalam hal ini penghulu berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing untuk memastikan keamanan dan ketertiban pelaksanaan layanan nikah.

"Jadi penghulu hanya sebatas saat akad nikah saja. Diluar itu untuk pelaksanaan resepsi itu bukan tanggung jawab kami," sebutnya.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved