Breaking News:

Berita Bangka

PA Sungailiat Terima 26 Perkara Dispensasi Kawin Usia Dini, Ini Penyebab Terjadi Pernikahan Dini

Pengadilan Agama (PA) Sungailiat di masa pandemi Covid-19 sejak Januari hingga Juli 2021 ini juga menerima pendaftaran dispensasi kawin 26 perkara.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Kolase Instagram @sumselreceh &Tribun; Sumsel/khoiril
Ilustrasi pernikahan dini 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengadilan Agama (PA) Sungailiat di masa pandemi Covid-19 sejak Januari hingga Juli 2021 ini juga menerima pendaftaran dispensasi kawin sebanyak 26 perkara dari kelompok anak yang belum cukup umur untuk menikah  atau di bawah 19 tahun.

Hal ini diungkapkan Anshori, Humas PA Sungailiat mewakili Ketua PA Sungailiat Muhammad Aliyuddin di kantornya, Jumat (30/07/2021).

"Dari awal Januari hingga Juli ini kita menerima pendaftaran 26 perkara dispensasi kawin dan sudah diputuskan sebanyak 21 perkara dan masih tersisa 5 perkara," kata Anshori saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Diakuinya akibat pandemi Covid-19 ini menyebabkan banyak anak-anak usia sekolah putus sekolah atau tamat sekolah SMA, padahal usianya masih di bawah 19 tahun.

"Kita akui kejadian pernikahan dini saat ini juga meningkat akibat adanya kesempatan di masa wabah pandemi Covid-19 ini, anak-anak kesulitan dalam bersekolah. Kita bersama instansi terkait lainnya seperti Kementerian Agama dan pemerintah daerah sudah berupaya melakukan imbauan dan sosialisasi soal bahaya pernikahan dini ini namun tetap saja banyak terjadi," ungkap Anshori.

Diakuinya dispensasi kawin dari PA Sungailiat ini dibutuhkan apabila ada anak di bawah umur 19 tahun (usia pernikahan dini) terpaksa harus dinikahkan di Kantor Urusan Agama (KUA) agar bisa dicatatkan pernikahannya secara agama dan negara.

"Pihak KUA juga tidak akan berani menikahkan pasangan usia dini ini apabila belum ada penetapan dispensasi kawin dari PA Sungailiat," jelas Anshori.

Diungkapkannya, pihak PA Sungailiat juga sebelum memberikan dispensasi kawin ini juga melibatkan pihak lain seperti Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak, pihak psikiater yang memeriksa kejiwaan anak apakah si anak ini sudah siap untuk menjalani pernikahan dan juga dari faktor kesehatannya apakah organ reproduksinya sudah mampu atau belum.

"Selain itu pihak orangtua kedua si anak yang akan menikah  juga harus hadir untuk memberikan persetujuannya dan menyatakan kesanggupannya untuk tetap mengawasi dan membimbing anaknya supaya mampu menjalani kehidupan dalam keluarga," jelas Anshori.

Data Dispensasi Kawin Janyari-Juli 2021 di PA Sungailiat

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved