Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Bangun Masjid Agung Kubah Timah Awal 2022, Anggaran Diperkirakan Rp50 Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bersedia melakukan pembangunan masjid agung kubah berlapiskan timah awal tahun 2022.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Rapat rencana pembangunan masjid Agung Kubah berlapis timah Kota Pangkalpinang di ruang rapat sekretariat Daerah kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (30/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bersedia melakukan pembangunan masjid agung kubah berlapiskan timah awal tahun 2022.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat rencana pembangunan masjid Agung Kubah berlapis timah Kota Pangkalpinang di ruang rapat sekretariat Daerah kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (30/7/2021).

Tangkapan layar postingan Reels di Instagram Ridwan Kamil.
Tangkapan layar postingan Reels di Instagram Ridwan Kamil. (IST)

Rapat pembahasan tersebut dipimpin oleh Asistan I Bagian Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kota Pangkalpinang Syahrial, dan diikuti oleh Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) kota Pangkalpinang, M. Belly Jawari, dan tamu undnagan lainnya dari lingkup OPD terkait.

Dalam rapat tersebut telah diputuskan Pemkot Pangkalpinang bersedia melakukan pembangunan masjid yang diidamkan oleh Wali Kota Pangkalpinang itu.

Dengan kesepakatan rencana pembangunaan menelan anggaran sebesar Rp50 miliar. Dari sumber dana APBD, ada pula sumbangan masyarakat, dan bantuan CSR.

"Jadi pada intinya kita sudah sepakat akan membangun masjid agung kubah timah itu di Kota Pangkalpinang, dengan dana APBD kita dan sumber dana lainnya bisa saja dari sumbangan masyarakat, bantuan CSR, yang kita perkirakan rencana pembangunannya Rp50 miliar," kata Syahrial kepada Bangkapos.com usai rapat berakhir, Jumat (30/7/2021).

Kata Syahrial, pembangunan akan dimulai pada awal tahun depan 2022 dimana Detail Engineering Design (DED) sudah dapat dimulai dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2023 sebelum masa berakhir jabatan Wali Kota Pangkalpinang.

"Jangka waktu pembangunan harus selesai dua tahun, intinya sebelum November 2023 sudah selesai dibangun. Karena masjid ini beda dengan masjid yang lain, nanti setelah rapat ini kami akan ralat TAPD untuk memutuskan anggaran," ujarnya.

Sementara, untuk lahan yang masih berstatus kepemilikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) kata Syahrial akan kembali dibahas nantinya.

Tangkapan layar postingan Reels di Instagram Ridwan Kamil.
Tangkapan layar postingan Reels di Instagram Ridwan Kamil. (ist)

"Memang masih ada sedikit lahannya milik BPN nanti akan kita bahasa lagi seperti apa sisa lahan itu, tapi kemungkinan nanti kita akan menghadap dulu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)," jelasnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto mengatakan dari sisi anggaran APBD Kota Pangkalpinang akan siap untuk melakukan pembangunan masjid.

"Untuk sementara kita belum menyiapkan secara khusus jumlahnya berapa, tapi untuk kesiapan APBD kita siap. Kalau untuk masjid kami harus siap, untuk lebih lanjut nanti kami akan ada rapat TAPD," ujar Budi kepada Bangkapos.com.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved