Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Petugas Temukan Botol Beling di Saat Razia Blok Hunian Lapas Tuatunu

Blok hunian narapidana Lembaga Permasyarakatan kelas IIA pangkalpinang, di Kelurahan Tuantunu, Kecamatan Gerunggang, dirazia.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: El Tjandring
ist Lapas Pangkalpinang
Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung, Agus Irianto, didampingi Kepala Lapas Kelas IIA, pangkalpinang Badaruddin, usai menggeledah blok hunian narapidana. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Blok hunian narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIA pangkalpinang, di Kelurahan Tuantunu, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang dirazia, Kamis (30/7/2021) malam.

Razia dipimpin Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung, Agus Irianto, didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang Badaruddin.

Pada razia blok tahanan tersebut petugas menyita sejumlah barang bukti berupa Botol beling, perabot stainles, benda keramik, box musik dan tali nilon.

Agus menyebut, pandemi Covid-19 tak lantas membuat mereka lengah. Salah satunya untuk mendeteksi kemungkinan potensi terjadinya gangguan keamanan di dalam Lapas.

Namun, langkah dan tindakan tersebut tetap mengedepankan tindakan humanis, terukur dan santun.

"Walaupun di masa pandemi ini tugas harus tetap dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, laksanakan kegiatan penggeledahan ini secara humanis, terukur dan santun. Penggeledahan ini dilaksanakan guna deteksi dini gangguan kamtib yang mungkin terjadi di lapas maupun rutan," kata Agus, Jumat (30/7/2021).

Menurut Agus, penggeledahan ini menjadi wadah evaluasi terkait masuknya benda atau barang ke dalam Lapas. Khususnya barang atau benda yang memang di larang.

"Semoga Lapas Pangkalpinang selalu kondusif dan kita akan mengevaluasi atas masuknya barang-barang yang memang dilarang masuk ke dalam Lapas," harapnya.

Sementara, Kalapas kelas IIA Pangkalpinang, Badaruddin menyebut, razia semacam ini telah menjadi agenda rutin pihaknya sebagai bentuk upaya deteksi dini terjadinya gangguang keamanan di dalam Lapas.

"Beberapa waktu yang lalu kami juga melakukan razia serupa, bahkan waktu itu bersamaan dengan tes urin yang di lakukan secara acak. Langkah ini sebagai bentuk upaya meminimalisir masuknya benda terlarang dan gangguan keamanan di Lapas," kata Badaruddin.

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved