Breaking News:

Berita Pangkalpinang

TV Digital di Bangka Belitung Bakal Berlaku 31 Maret 2022, Dua Daerah Ini Menjadi yang Pertama

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menghentikan siaran televisi analog secara bertahap, dimulai pada 17 Agustus 2021 mendatang.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
dok. Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital, Kemenkominfo
Ahmad M. Ramli, Direktur Jenderal PPI Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan paparan dalam Sosialisasi TV Digital 2021 Dukung Migrasi TV Digital Indonesia, Selasa, 6 Juli 2021. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menghentikan siaran televisi (TV) analog secara bertahap, dimulai pada 17 Agustus 2021 mendatang.

Selanjutnya seluruh siaran TV analog di Indonesia akan dihentikan paling lambat pada tanggal 2 November 2022, sehingga seluruh siaran TV akan berbasis digital.

Hal tersebut juga bakal terjadi di Provinsi Bangka Belitung, berdasarkan tahapannya pemberlakuan dilakukan pada 31 Maret 2022, wilayah yang pertama menerapkan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.

Kepala Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Pangkalpinang, M. Helmi, menjelaskan sehubungan dengan rencana Analog Switched Off (ASO) atau TV analog dimatikan di Babel dilakukan pada tahapan ketiga, 31 Maret 2022.

"Stasiun TV yang ditunjuk sebagai penyelenggara multiplexser (mux) adalah TVRI, RCTI dan Metro TV, saat ini semua penyelenggara dalam proses persiapan sarana dan infrastruktur tersebut karena sesuai jadwal di Bangka Belitung akan mengikuti tahapan ASO pada tahap ketiga tanggal 31 Maret 2022," jelas M. Helmi kepada Bangkapos.com, Jumat (30/7/2021).

Dia mengatakan, TV analog yang bakal dimatikan meliputi Kabupatan Bangka Tengah, Pangkalpinang.

Selanjutnya pada tahap keempat tanggal 17 Agustus 2022 meliputi Bangka, Bangka Barat dan pada tahap kelima 2 November 2022, ASO di pulau Belitung, Belitung dan Belitung Timur.

"Untuk penyediaan Set Top Box sebagian kontribusinya diberikan oleh Metro TV sebanyak 50 unit, RCTI 2.338 unit yang distribusinya dilakukan oleh Satgas ASO yang dilaksanakan oleh Direktorat Penyiaran Kominfo. Ini ada bantuan dr penyelenggara TVnya berupa STB dari Metro dan RCTI," katanya.

Helmi menambahkan, secara kualitas gambar TV digital lebih baik ketimbang TV analog dan Indonesia dan Timor Leste yang masih menggunakan TV analog saat ini.

"Sebetulnya TV analog sudah dihentikan produksinya pada 2016, jadi sebetulnya hanya Indonesia dengan Timor Leste masih menggunakan analog. Dari negara asal pembuat TV seperti Jepang tidak lagi membuat TV analog sejak 2017-2018," katanya.

Dia mengatakan negara Indonesia sudah ketinggalan dengan negara lain, yang sudah lebih dahulu menerapkan TV digital.

"Berkaitan dengan Set Top Box nanti mungkin apabila sudah mulai ramai harganya akan lebih murah. Karena haranya saat ini bila beli online itu berkisar Rp 250 ribu, nanti Inyah Allah sudah mulai digital kemungkinan di bawah itu harganya karena banyak yang menggunakan,"katanya.

Dari kualitas, TV digital Helmi mengatakan akan lebih bagus ketimbang TV analog, karena gambar akan lebih jernih, tidak ada garis-garis atau bintik-bintik pada layar TV.

"Tidak ada semut-semut kemudian bintik bintik, satu kualitas lebih bagus, kedua orang tidak perlu lagi membeli pemancar. Otomatis juga akan terjadi perubahan penggunaan atau paradigma di masyarakat, yang biasa langganan TV kabel atau TV lainya, mereka tidak perlu bayar lagi. Karena dengan STP dapat siaran yang jernih dan bersih, dengan berbagai macam siaran TV," katanya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved