Breaking News:

Virus Corona

Apa Itu Varian Delta Plus dan Kenali Gejalanya

Dr. Elif Hakko mengatakan, dua dosis vaksin bisa melindungi diri dari mutasi, tetapi dua dosis vaksinasi belum cukup untuk kekebalan kelompok.

Editor: Agus Nuryadhyn
Tribunnews.com
Ilustrasi virus varian delta plus - Virus varian delta plus ternyata tak kalah bahayanya dengan COVID 19 varian delta 

BANGKAPOS.COM - Virus Corona varian Delta Plus merupakan re-mutasi dari varian Delta dari India, yang ditemukan di negara luar India.

Bahkan per 23 Juli 2021, ada ditemukan 70 kasus varian virus delta plus.

 70 kasus virus corona varian Delta Plus ditemukan dalam pengurutan genom oleh INSACOG India, ungkap Menteri Sains dan Teknologi Union Jitendra Singh pada Jumat (30/7/2021), India Today melaporkan.

INSACOG merupakan badan yang mengelompokan 28 laboratorium yang terlibat dalam tugas pengurutan genom varian virus corona di India.

Dalam pernyataan tertulis di Lok Sabha (Dewan Rakyat), Jitendra Singh mengatakan sejauh ini, 58.240 sampel SARS-CoV2 telah diurutkan di India dan 46.124 di antaranya telah dianalisis.

Mayoritas sampel ini, yaitu 17.169 sampel, adalah varian Delta.

Varian Delta Covid-19 mendominasi gelombang kedua yang mematikan di negara itu.

Ribuan orang tewas dan jutaan lainnya terinfeksi sejak Maret hingga Mei.

Varian virus corona ini pertama kali terdeteksi di India.

Ada 4.172 kasus varian Alpha, diikuti oleh 217 Beta dan hanya satu Gamma.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved