Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bangun Masjid Agung Kubah Timah di Pangkalpinang, Molen Optimis 1,2 Juta Masyarakat Siap Derma

Butuh anggaran sekitar Rp50 miliar untuk membangun Masjid Agung Kubah Timah di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: Magang1 | Editor: khamelia
istimewa
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membahas desain Masjid Agung Kubah Timah yang direncanakan akan didirikan di depan Tugu Titik O KM Kota Pangkalpinang atau di eks Polres Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Butuh anggaran sekitar Rp50 miliar untuk membangun Masjid Agung Kubah Timah di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Dana tersebut rencananya akan diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga swadaya masyarakat Kota Pangkalpinang.

Bahkan hanya dari derma 1,2 juta jiwa masyarakat Bangka Belitung sendiri masjid itu bisa terbangun.

Demikian yang diungkapkan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat live streaming inTeam curhat bersama Bang Kapos yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangkapos, Ibnu Taufik Juwariyanto, Sabtu (31/7/2021) pagi.

“Siapa yang nggak menyumbang, nggak keren, kecil seandainya cuma Rp50 miliar. Masyarakat kita ada 217 ribu jiwa untuk Pangkalpinang, Bangka Belitung 1,2 juta jiwa. Coba bayangkan kalau masing-masing orang Rp100 ribu. Bahkan bocoran non Islam sudah siap membantu kita,” kata dia di Pangkalpinang. 

Kata Molen sapaan akrab Wali Kota, masjid agung berlapis timah ini rencananya akan didirikan di atas tanah seluas 7.000 meter persegi, bekas gudang beras seputaran Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang.

Model masjid ini juga rencananya memiliki dua pintu masuk yang dapat dilewati dari jalan Jenderal Sudirman dan Jalan RE Martadinata.

“Kita ini Bangka Belitung harus memiliki nilai jual tersendiri. Jadi orang ke sini bisa foto-foto dan timah menjadi identitas,” ungkap Molen.

Selain itu, ia berencana untuk membuat Islamic Centre di kawasan itu dimana semua kegiatan dimulai dari organisasi hingga ekonomi ada di sana.

“Namanya kabupaten/kota harus ada Masjid Agung, sedangkan kita tidak punya. Kita adanya Masjid Raya, itu kan untuk kelas provinsi. Jadi, ke depan Gereja dan Masjid berdampingan,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved