Breaking News:

Cara Mengubah Siaran TV Analog Menjadi TV Digital, Masyarakat Diminta Migrasi Mulai 17 Agustus

TV Digital yang akan mulai berlaku 17 Agustus bukan TV kabel berlangganan, jadi tidak perlu membayar biaya bulanan.

Editor: fitriadi
(Dok. Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)
Proses pemasangan Set Top Box (STB) di Banten, Juni 2021. Televisi lama pun tetap dapat digunakan untuk mendapatkan layanan siaran televisi digital dengan hanya menambahkan perangkat Set Top Box (STB). 

BANGKAPOS.COM - Masyarakat diminta menghentikan siaran televisi analog, diganti menjadi siaran TV digital atau Analog Switch Off (ASO).

Migrasi siaran TV dari analog ke digital ini akan dilakukan secara bertahap mulai 17 Agustus 2021.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Dedy Permadi mengatakan penghentian siaran TV Analog dilakukan secara bertahap karena adanya sejumlah faktor, seperti pertimbangan kesiapan industri, keterbatasan spektrum frekuensi radio, hingga masukan dari Lembaga Penyiaran.

"Faktor keterbatasan spektrum frekuensi menjadi faktor penting mengapa ASO dilakukan secara bertahap," ujar Dedy dalam keterangan resmi yang dikutip Bangkapos.com dari situs resmi Kominfo, Rabu (29/7/2021).

Baca juga: TV Digital di Bangka Belitung Bakal Berlaku 31 Maret 2022, Dua Daerah Ini Menjadi yang Pertama

Berikut poin-poin penting tahapan migrasi TV digital yang dikutip Bangkapos.com dari situs resmi Kominfo.

  • Penghentian siaran analog menjadi digital ini akan melalui lima tahapan.
  • Tahap pertama akan selesai selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2021.
  • Kemudian tahap akhir akan rampung pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB.
  • Tahapan ASO diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Apa sebenarnya siaran televisi digital?

Dikutip dari Instagram @siarandigitalindonesia, siaran digital merupakan penyiaran yang menggunakan frekuensi radio VHF / UHF seperti halnya penyiaran analog.

Namun, sinyalnya merupakan konversi data digital MPEG-2 yang dapat mengantarkan audio visual dengan lebih bersih dan jernih melalui sistem penerimaan yang kita kenal dengan nama Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T) yang kini sudah masuk generasi kedua atau DVB-T2.

Televisi Digital itu bukan TV streaming, jadi tidak memerlukan biaya kuota internet.

Baca juga: Akan Beralih Ke TV Digital, Begini Komentar Pengguna TV Analog Antena Biasa

TV Digital tidak seperti TV satelit (parabola), siaran TV digital memakai teknologi antena penerima DVB-T2.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved