Breaking News:

Cara Mengubah Siaran TV Analog Menjadi TV Digital, Masyarakat Diminta Migrasi Mulai 17 Agustus

TV Digital yang akan mulai berlaku 17 Agustus bukan TV kabel berlangganan, jadi tidak perlu membayar biaya bulanan.

Editor: fitriadi
(Dok. Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)
Proses pemasangan Set Top Box (STB) di Banten, Juni 2021. Televisi lama pun tetap dapat digunakan untuk mendapatkan layanan siaran televisi digital dengan hanya menambahkan perangkat Set Top Box (STB). 

STB ini tidak memerlukan parabola khusus dalam menerima sinyal digital, cukup menggunakan antena televisi UHF-VHF.

Jadi cukup tambahkan STB di tv analag, maka masyarakat sudah bisa menikmati siaran digital.

Sementara, DVB-T2 adalah jenis sinyal digital yang dibaca dan diterjemahkan oleh Set Top Box (STB) atau perangkat penerima TV digital DVB-T2.

Sesuai ketetapan, Indonesia memakai sinyal digital DVB-T2 dalam penyiaran.

Penyiaran televisi bisa dilakukan melalui kabel, satelit ataupun internet.

Baca juga: Link Nonton Langsung Anthony Sinisuka Ginting Vs Anders Antonsen dari Denmark, Pukul 10.20 WIB

STB yang digunakan juga berbeda-beda seperti, STB DVB-C (Cable), DVB-S (Satellite), DVB-IPTV (Internet Protocol TV).

Sementara, pada penyiaran digital digunakan STB DVB-T2.

Jadi pastikan Set Top Box Anda berlogo DVB-T2.

Dan jika membeli TV Digital, pastikan TV tersebut bersertifikasi DVB-T2.

Merek STB

Berikut ini merek STB yang sudah mendapatkan sertifikat perangkat dari Kominfo:

- Nexmedia tipe Na1300/ DVB-T2 MPEG4 HD

- Polytron tipe PDV 600T2

- Ichiko tipe 8000HD

- Akari tipe ADS-2230

- Akari tipe ADS-210

- Akari tipe ADS-168

- Venus tipe Brio

- Tanaka tipe T2

- Mito tipe 3255

STB bisa didapatkan di toko elektronik hingga e-commerce.

STB DVB-T2 dijual dengan harga terjangkau.

Kominfo sedang menyiapkan mekanisme agar masyarakat dapat memperoleh STB secara gratis.

Jadwal Tahapan Migrasi TV Digital

- Tahap 1 dilakukan paling lambat tanggal 17 Agustus 2021 pada 6 Wilayah Layanan di 15 Kabupaten/Kota

- Tahap 2 dilakukan paling lambat tanggal 31 Desember 2021 pada 20 Wilayah Layanan di 44 Kabupaten/Kota

- Tahap 3 dilakukan paling lambat tanggal 31 Maret 2022 pada 30 Wilayah Layanan di 107 Kabupaten/Kota

- Tahap 4 dilakukan paling lambat tanggal 17 Agustus 2022 pada 31 Wilayah Layanan di 110 Kabupaten/Kota

- Tahap 5 silakukan paling lambat tanggal 2 November 2022 pada 24 Wilayah Layanan di 63 Kabupaten/Kota

(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Nadya)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved