Breaking News:

Berita Kriminal

Kisah Janda Muda Korban Kriminal: ATM Dikuras, Mobil Lenyap, Video Disebar hingga Dibunuh di Hotel

Janda-janda muda ini jadi korban penipuan, pencurian, kekerasan, asusila hingga pembunuhan. Simak kisahnya di berita berikut ini.

Editor: fitriadi
Tribun Pekanbaru/Instagram.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Ilustrasi janda muda jadi korban penipuan dan pencurian pria yang dipacarinya. 

Dari hasil penyelidikan, didapati pula satu kendaraan Toyota Agya bernopol R-8934-PH milik korban lain, yang juga merupakan janda di Banyumas.

"Laporan polisi ada di Banyumas, namun kendaraan di Sumberlawang Sragen. Ini merupakan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus bujuk rayu," kata Ardi.

Pengakuan pelaku, dirinya hanya melakukan penipuan dua kali ini.

Pelaku bisa mendekati para korban dari teman SMP-nya yang mengenalkan para janda tersebut.

Pelaku juga mengaku dirinya menggadaikan mobil tersebut senilai Rp 20 juta per unit.

Uang hasil gadai tersebut ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan judi online.

Tersangka sendiri mengakui perbuatannya melakukan penipuan dengan sasaran para janda yang memiliki harta dan ekonomi mapan.

Atas tindakan pelaku, dirinya dijerat dengan pasal 372-378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, ancaman 4 tahun penjara.

Video Syur Janda Muda Disebar Setelah Korban Disetubuhi

Di Sumatera Selatan, seorang pria bernama Trisno (37) nekat menyebar foto dan video syur milik janda milik janda muda berinisial UY (20).

Padahal korban sudah disetubuhi oleh pelaku.

Korban bahkan juga sudah memberi uang kepada Trisno.

Tapi semua itu tak membuat pelaku menutupi aib korban.

Pelaku ini tetap menyebarkan foto dan video syur korban ke media sosial.

Pelaku ternyata kesal karena korban tak mau menemuinya.

Baca juga: Penemuan Terbaru di AS, Varian Delta Bersarang di Hidung,Tenggorokan dan Menular Seperti Cacar Air

Wanita asal Sungai Menang, Ogan Komering Ilir (OKI) ini pun akhirnya melaporkan kejadian yang ia alami ke Polrestabes Palembang.

Namun pelaku ditangkap jajaran Polsek Sungai Menang, Polres OKI saat hendak pergi ke Sungai Menang.

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kapolsek Sungai Menang, IPDA Suhendri mengatakan pelaku Trisno (37 tahun) ini berhasil ditangkap berkat adanya laporan masyarakat.

"Awalnya kami mendapati informasi jika pelaku yang merupakan warga Desa Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin ini hendak menuju Sungai Menang dengan menaiki mobil travel," jelasnya melalui telepon, Kamis (10/3/2021) pagi.

Mendapati hal tersebut, ia bersama anggota dengan cepat melakukan pengejaran terhadap mobil yang ditumpangi pelaku.

"Penangkapan sekira pukul 19.30 WIB kemarin setelah pelaku turun dari mobil. Saat itu pelaku sama sekali tidak melakukan perlawanan,"

"Dari tangan pelaku kami ikut mengamankan satu unit handphone miliknya," jelas Kapolsek.

Setelah diamankan, pelaku menuturkan motifnya menyebarkan video syur milik korban.

Pelaku kesal kepada korban yang tidak ingin lagi menemui dirinya.

"Beberapa hari yang lalu pelaku sempat mengajak korban untuk ketemuan. Namun ajakannya tidak direspons dan dari situlah pelaku mengancam akan menyebarkan video call (tanpa busana) yang telah direkam sebelumnya,"

"Ancaman itu tetap tidak diindahkan hingga pada Minggu (7/3/2021) lalu pelaku langsung membagikan hasil rekaman ke beberapa teman sosial media korban," tutur dia.

Janda Muda Dibunuh di Kamar Hotel

Di awal tahun 2021 lalu, seorang wanita bernama Yuliana (25) ditemukan tewas di kamar hotel di Jalan Lingkaran 1, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT 2 Palembang, Selasa (5/1/2021).

Yuliana diduga menjadi korban pembunuhan, sebab ditemukan sejumlah luka di bagian wajah dan leher.

Diketahui, janda muda dua anak tersebut sudah seminggu menginap di hotel itu bersama dua pria, Angga dan Wahyu.

Tewasnya Yuliana baru diketahui setelah seorang pria yang turut menginap bersamanya meminta bantuan pada petugas hotel sekira pukul 22.44 WIB.

Hal itu disampaikan Chief Engineering Hotel, Bambang (45), sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari Tribun Sumsel.

"Saya kurang tahu pasti dia (rekan korban) minta tolong seperti apa, tapi informasi yang saya terima, rekannya itu sudah seperti gelagapan (gugup)."

"Intinya dia minta tolong terkait keadaan temannya (korban)," ujar Bambang, Rabu (6/1/2021) pagi.

Mendapat laporan tersebut, pihak hotel langsung bergerak cepat dengan menghubungi aparat kepolisian.

Selama menunggu aparat tiba, tidak ada petugas hotel yang berani mendekat ke kamar tempat jenazah korban berada.

Namun, petugas hotel sempat bertindak tegas kepada dua rekan korban yang diduga hendak meninggalkan lokasi kejadian.

"Dua temannya sempat mau pergi, tapi saya tahan. Saya bilang nanti dulu, tunggu polisi datang," terang Bambang.

Bambang menjelaskan, korban sudah menginap di hotel tersebut kurang lebih selama satu minggu bersama dua pria yang mengaku sebagai rekannya.

Mereka bertiga menginap dalam satu kamar.

"Mereka extend di sini, jadi pindah-pindah kamar sebanyak tiga kali selama satu minggu menginap di sini."

"Selama menginap, mereka tidak ada gelagat mencurigakan, korban juga dalam keadaan sehat," paparnya.

Dua pria yang menginap bersama korban ternyata mucikari, mereka bertugas mencarikan tamu untuk korban.

Ikatan tangan sengaja dilepaskan dan ponsel teman pria direstart tamu korban

Melansir dari Tribun Sumsel, awalnya saat pertama kali ditemukan, tangan korban dalam kondisi terikat.

Namun, saat polisi tiba di kamar hotel ternyata ikatan tangan korban sudah dilepaskan oleh Angga dan Wahyu.

Diketahui, Angga dan Wahu merupakan teman korban yang bertugas mencarikan tamu untuk korban.

Saat kejadian, tamu yang datang ke hotel berasal dari Angga melalui aplikasi.

Sebelum kejadian, ketika tamu sudah masuk ke dalam kamar, Angga dan Wahyu masih berada di lobi hotel.

Saat tamu sudah berada di dalam kamar dan bertemu dengan Yuliana, Angga dan Wahyu sempat keluar hotel untuk membeli nasi.

Setelah membeli nasi dan kembali ke lobi hotel, mereka merasa curiga dan memutuskan untuk mendatangi kamar korban.

Sesampainya di kamar korban, Angga melihat kamar korban tidak terkunci dengan pintu sedikit terbuka.

Saat masuk, mereka melihat korban sudah tidak bernyawa dengan luka di bagian wajah dan tangan terikat.

Sementara, tamu yang sempat bersama korban sudah tidak berada lagi di dalam kamar tersebut.

Ternyata, ponsel Angga yang digunakan Wahyu untuk mencari tamu bagi korban sudah di-restart ulang.

Sehingga, tidak diketahui tamu yang terakhir bersama dengan korban.

Hal tersebut yang membuat pihak kepolisian merasa janggal dengan kasus tewasnya Yuliana di kamar hotel.

Tim Forensik Rumah Sakit Polri M Hasan Palembang berhasil mengungkap penyebab kematian Yuliana.

Sebelum tewas, janda muda tersebut sempat dianiaya dengan benda tumpul.

Namun, yang menyebabkan ia meninggal dunia karena dibekap dengan bantal di kamar hotel.

Dokter Forensik RS Polri M Hasan Palembang, dr Indra Nasution mengatakan, hal itu diketahui setelah jenazah Yuliana divisum.

"Jadi dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan dengan melakukan visum di bagian luar tubuh, terdapat sejumlah luka di tubuh korban," ujar Indra sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari Sripoku.com.

Menurut Indra, luka yang terdapat di sejumlah tubuh korban merupakan luka yang disebabkan oleh benda tumpul.

"Sejumlah luka yang terdapat di tubuh korban yakni di bagian muka, tangan, kaki dan leher korban akibat terkena benda tumpul."

"Benda tajam tidak ada, di tubuh korban juga tidak ditemukan adanya bercak darah," lanjutnya.

Sementara itu, dugaan meninggalnya korban yakni karena korban sempat dibekap oleh pelaku sebelum akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan oksigen.

"Luka yang menyebabkan korban meninggal ya kalau mulut kita dibekap ya oksigennya akan habis."

"Ya meninggalnya ini kemungkinan kehabisan oksigen, korban ini meninggalnya lama, tidak langsung meninggal," papar Indra.  (TribunJateng.com/TribunJakarta.com/Sripoku.com/TribunSumsel)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved