Breaking News:

Asam Lambung

6 Makanan yang Bisa Mengurangi Frekuensi Gejala Penyakit Asam Lambung

Untuk meredakan gejala penyakit asam lambung, perubahan pola makan dibutuhkan untuk menghindari makanan pemicu.

Editor: suhendri
Freepik.com
Ilustrasi asam lambung 

BANGKAPOS.COM - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux (GERD) adalah masalah pencernaan yang memengaruhi cincin otot antara kerongkongan dan lambung.

Pada sistem pencernaan yang normal, cincin otot yang disebut sfingter esofagus bawah (LES) akan menutup ketika makanan sudah masuk ke lambung untuk mencegah naiknya asam lambung.

Namun, penderita asam lambung memiliki LES yang lemah sehingga memungkinkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Dilansir dari WebMD, 11 September 2020, gejala penyakit asam lambung yang paling umum adalah mual.

Selain itu, nyeri dada yang terasa panas juga kerap dirasakan.

Banyak penderita asam lambung yang mengeluhkan mulut terasa asam atau pahit ketika asam lambungnya naik.

Baca juga: Daftar Makanan untuk Penderita Asam Urat, Apa Saja?

Mual, nyeri dada, dan sensasi panas akibat penyakit asam lambung bisa bertahan hingga dua jam.

Gejala tersebut bisa menjadi lebih buruk setelah makan.

Beberapa penderita asam lambung juga terkadang mengeluhkan gejala yang memburuk di malam hari.

Jika hal demikian sering terjadi, untuk mencegahnya, disarankan untuk tidak makan setidaknya dua jam sebelum waktu tidur.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved