Breaking News:

Virus Corona

Kapan Berakhirnya, Belum Cukup Varian Delta, WHO Peringatkan Virus Covid-19 Masih Bermutasi

Berbicara mengenai Varian Delta, WHO mengatakan varian virus corona satu ini merupakan peringatan kepada dunia segera menghentikan segera virus ini

Editor: M Zulkodri
Tribunnews.com
Ilustrasi virus varian delta plus - Virus varian delta plus ternyata tak kalah bahayanya dengan COVID 19 varian delta 

Menurut Tedros, rata-rata jumlah kasus telah meningkat sebesar 80% dalam empat minggu terakhir di lima dari enam wilayah WHO.

Mski varian Delta telah membuat banyak negara kesulitan, menurut Ryan, langkah pencegahan epidemi sejauh ini masih efektif.

Menurutnya, langkah-langkah seperti yang sudah dilakukan selama ini akan membantu mengendalikan virus.

Namun, perlu dilakukan usaha yang lebih keras dari sebelumnya.

“Ini termasuk menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari tempat yang tertutup, berventilasi buruk, dan tempat ramai untuk waktu yang lama," katanya.

"Virus telah beradaptasi lebih baik, dan menyebar lebih cepat.

"Rencana kami masih berhasil, tetapi kami harus bekerja lebih keras dari sebelumnya," ungkapnya.

Sementara itu, WHO terus menyerukan distribusi vaksin yang lebih merata di seluruh dunia.

Hingga saat ini, lebih dari empat miliar dosis vaksin telah diberikan secara global.
Di negara-negara yang diklasifikasikan oleh Bank Dunia sebagai berpenghasilan tinggi, ada 98 dosis vaksin untuk setiap 100 orang. Jumlah ini turun menjadi 1,6 dosis per 100 orang di 29 negara berpenghasilan terendah.

“Tidak ada peluru emas atau peluru perak. Tidak ada sihir juga. Satu-satunya keajaiban yang kita miliki adalah vaksinasi.

"Masalahnya adalah kita tidak membaginya secara merata di seluruh dunia," kata Ryan.

(*)

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved