Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Miris ! Petugas Satgas Covid-19 Bangka Belitung Kehabisan APD, Cuci Ulang Pakaian untuk Dipakai Lagi

Kasus kematian pasien akibat Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung meningkat pesat.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Ist/Satgas Covid-19 Babel
Petugas pengubur jenazah Satgas Covid-19 Babel kehabisan stok Alat Pelindung Diri (APD), sehingga harus mencuci ulang pakaian habis pakai dengan air sabun kemudian dijemur dan digunakan kembali, foto diambil, Minggu (1/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus kematian pasien akibat Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung meningkat pesat.

Hari ini, rekor baru meninggal dunia bertambah 25 kasus, sehingga total pasien meninggal dunia telah mencapai 688 kasus.

Sejak Juli hingga awal Agustus 2021 jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 terus meningkat.

Meningkatnya kasus kematian tersebut berakibat pada habisnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) petugas pemakaman  Satgas Covid-19 Bangka Belitung.

Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan saat ini mereka telah kehabisan Alat Pelindung Diri (APD) yang biasa digunakan petugas untuk menguburkan jenazah pasien Covid-19.

"Sudah satu Minggu ini kami kehabisan APD, jadi kami menutupinya dengan mencuci ulang APD dengan air sabun, kemudian di jemur, sehingga bisa dipakai kembali. Padahal seharusnya pakaian ini sekali pakai," kata Mikron kepada Bangkapos.com, Minggu (1/7/2021).

Dia menjelaskan, setiap harinya petugas harus menguburkan jenazah Covid-19 menggunakan puluhan APD, sehingga memerlukan banyak stok APD untuk dapat digunakan sekali pakai.

"Dari total enam wilayah kecuali Bangka Tengah. Telah kehabisan APD ini, kami juga tahun ini tidak ada pengadaan, APD yang kami pakai itu pengadaan tahun lalu," ungkap Mikron.

Untuk mengatasi kekurangan APD di Satgas Covid-19, Mikron mengharapkan adanya bantuan dari CSR perusahaan, pasalnya Satgas Covid-19 Babel mengalami keterbatasan anggaran.

"Usaha kami meminta bantuan ke CSR perusahaan karena kami tidak punya anggaran. Kami juga takut bila terjadi lonjakan kasus meninggal sementara petugas tidak memiliki APD. Karena setiap hari ada 10 orang petugas yang memerlukan 10 APD, misalnya hari ini ada 25 orang meninggal, artinya 250 APD dibutuhkan petugas," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved